JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dipastikan masuk prioritas percepatan. DPRD Kabupaten Sumenep menyatakan dukungan penuh agar proyek tersebut segera terealisasi dengan target beroperasi pada tahun 2026.
Dukungan itu ditegaskan melalui kunjungan kerja (kunker) anggota DPRD ke Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madura pada Kamis (2/10/2025). Dalam pertemuan itu, pembahasan fokus pada strategi percepatan, kepastian lahan, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat kepulauan.
Anggota DPRD Sumenep, Ahmad Juhairi, menyebut pembangunan PLTS di Masalembu bukan hanya soal penyediaan listrik, melainkan juga simbol keseriusan negara dalam menjawab ketimpangan energi antarwilayah.
“Kunjungan kerja ini bagian dari ikhtiar konkret agar proyek PLTS Masalembu tidak sekadar wacana, tapi benar-benar berjalan dan selesai sesuai target pada tahun 2026,” kata Juhairi
Politisi Nasdem itu menekankan, kebutuhan listrik di kepulauan masih menjadi persoalan mendasar yang memengaruhi banyak aspek kehidupan.
“Listrik yang andal dan berkelanjutan akan mengubah wajah Masalembu. Mulai dari sektor pendidikan, layanan kesehatan, hingga geliat usaha kecil akan terdorong maju,” tegasnya.
Juhairi juga menyoroti isu krusial soal lahan, yang harus dipastikan berstatus clean and clear agar tidak memunculkan hambatan hukum maupun sosial di kemudian hari.
“Kita tidak ingin ada proyek strategis yang terhenti karena masalah lahan. Maka sejak awal, DPRD mendorong agar PLN bekerja bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan semuanya transparan dan bebas konflik,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menilai keberadaan PLTS akan menjadi momentum penting dalam mendorong transisi energi di Sumenep.
“Ini bukan hanya soal listrik, tetapi bagian dari agenda besar menuju energi hijau. Masalembu akan menjadi model bahwa kepulauan pun bisa menjadi garda depan energi bersih nasional,” tutupnya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Madura, Fahmi Fahresi, memastikan pihaknya siap mengeksekusi proyek PLTS Masalembu dengan menggandeng semua pemangku kepentingan.
“Kami berkomitmen menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan bagi masyarakat Masalembu. Dukungan legislatif memberi semangat lebih bagi kami untuk mempercepat realisasi proyek ini,” jelas Fahmi.
Dengan adanya kolaborasi antara DPRD, PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat, proyek PLTS Masalembu diharapkan menjadi tonggak penting pemerataan listrik di kepulauan sekaligus mendorong agenda energi bersih di Kabupaten Sumenep. (REDJAVA****)












