JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim SH MH menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Khatib Paranggan bin Pangeran Katandur di Asta Khatib Paranggan, Dusun Paddusan, Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh nuansa keagamaan. Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan Forkopimka Kecamatan Kota, Pemerintah Desa Bangkal, serta masyarakat sekitar.
Peringatan tersebut juga dihadiri para inisiator atau penggagas kegiatan, yakni KHR. Kholil Mohammad dan KHR. Abd. Qodir Mohamad. Kehadiran para tokoh tersebut semakin menambah kekhidmatan dalam momentum Maulid Nabi dan Haul Khatib Paranggan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini menjadi ruang untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW sekaligus menyambung kembali nilai-nilai kesalehan yang telah diwariskan para leluhur kepada generasi penerus.
Dalam kesempatan tersebut, KH Imam Hasyim mengajak keluarga besar keturunan Bhuju’ Paranggan dan seluruh masyarakat agar tidak berhenti pada kegiatan mengenang leluhur, tetapi mampu menerjemahkan nilai kesalehan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kesalehan Bhuju’ Paranggan hendaknya kita jaga dengan mengamalkan amar makruf nahi mungkar. Semuanya dapat dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan ketulusan,” kata KH Imam Hasyim disela kegiatan.
Menurutnya, menjadi bagian dari keturunan tokoh yang memiliki keteladanan merupakan sebuah amanah. Kebanggaan terhadap leluhur hendaknya berjalan seiring dengan upaya memperbaiki akhlak dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Allah tidak menilai seseorang semata-mata karena keturunannya. Yang menjadi ukuran adalah ketakwaan. Karena itu, mari kita menjaga nama baik para leluhur dengan perilaku yang baik,” ujarnya.
KH Imam Hasyim juga mengingatkan bahwa setiap manusia tentu tidak luput dari kesalahan dan kekeliruan. Karena itu, kehidupan bermasyarakat perlu dibangun dengan sikap saling menghormati, saling mengingatkan, dan saling memaafkan.
“Sebagai manusia yang tidak luput dari salah dan keliru, mari kita membiasakan diri saling menyapa, saling mengingatkan, serta saling memaafkan dengan hati yang lapang,” ungkap Wabup KH Imam Hasyim.
Selain memperkuat nilai keagamaan, ia mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan dalam menjalani kehidupan.
“Jangan lupa memperhatikan saudara-saudara kita yang belum mampu. Kepedulian kepada sesama merupakan bagian dari nilai kebaikan yang harus terus kita rawat dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.
Haul Khatib Paranggan pun tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang sosok leluhur. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk menjaga warisan keteladanan melalui akhlak, ketakwaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial.
Kehadiran para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, serta warga sekitar menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi keagamaan dan nilai-nilai luhur yang tumbuh di tengah masyarakat Desa Bangkal.
Momentum tersebut diharapkan menjadi penguat silaturahmi sekaligus menghidupkan kembali semangat amar makruf nahi mungkar dengan cara yang santun, penuh keteladanan, dan membawa kemaslahatan bagi sesama.








