JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Penguatan budaya literasi di kalangan pelajar terus menjadi perhatian serius Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep (Dispusip).
Melalui kolaborasi bersama mahasiswa Universitas Wiraraja (Unija), gerakan literasi itu diwujudkan dalam kegiatan Safari Sekolah: Bedah Buku & Sosialisasi Lomba di SMKN 1 Sumenep, Jumat (17/04/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem literasi yang tidak hanya berorientasi pada minat baca, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis dan produktivitas karya di kalangan generasi muda.
Sebanyak 17 mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Unija bersama 3 delegasi panitia terlibat aktif dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan sesi bedah buku yang menghadirkan ruang diskusi interaktif antara mahasiswa dan siswa.

Dalam sesi ini, peserta diajak tidak sekadar membaca, tetapi juga memahami isi buku secara mendalam, menggali nilai, pesan, serta relevansinya dengan kehidupan sosial.
Diskusi yang hidup menjadi bukti bahwa pendekatan literasi yang komunikatif mampu menarik minat pelajar.
Kepala Dispusip melalui Pustakawan Ahli Muda Dispusip Sumenep, Drs Syaiful Bahri, menegaskan bahwa literasi saat ini harus berkembang ke arah yang lebih progresif.
“Literasi tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan membaca saja, tetapi harus mampu melahirkan pemikiran kritis dan karya nyata. Kegiatan seperti Safari Sekolah ini menjadi contoh konkret bagaimana literasi bisa dihidupkan secara kontekstual di lingkungan pelajar,” ujar Drs. Syaiful Bahri disela kegiatan.
Setelah sesi bedah buku, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi lomba cipta puisi dan orasi dalam program Ekspresi Berkarya.
Program ini menjadi sarana bagi siswa untuk menyalurkan ide, gagasan, serta kreativitas dalam bentuk karya yang konstruktif.

Menurut Syaiful Bahri, ruang-ruang ekspresi seperti ini sangat penting dalam membangun kepercayaan diri pelajar sekaligus memperkuat budaya literasi produktif.
“Ketika siswa diberi ruang untuk berkarya, mereka tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga pencipta. Inilah esensi literasi yang ingin terus kita dorong,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam diskusi dan tanya jawab. Keterlibatan aktif siswa menjadi indikator bahwa kegiatan ini mampu menciptakan suasana belajar yang inspiratif dan membangun.
“Kami berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga gerakan literasi tidak berhenti sebagai program, melainkan menjadi budaya yang mengakar di lingkungan pendidikan,” pungkas Bang Ipong sapaan akrabnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sekolah, Sumenep optimistis mampu melahirkan generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman. (REDJAVA****)












