Desa Cantik 2026 Dicanangkan di Sumenep, Wabup Tegaskan Data Akurat Penentu Arah Pembangunan Desa

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Sumenep KH. Imam Hasyim, S.H.,M.H. di Acara sosialisasi dan pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 Di aula Kantor DPMD Sumenep

Wabup Sumenep KH. Imam Hasyim, S.H.,M.H. di Acara sosialisasi dan pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 Di aula Kantor DPMD Sumenep

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam membangun desa berbasis data melalui sosialisasi dan pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026.

Langkah ini menjadi strategi penting untuk memperkuat tata kelola data desa agar pembangunan lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Selasa (21/04/2026), dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, Plt Kepala DPMD Sumenep Anwar Yusuf Sahroni, serta Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo.

Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi lintas sektor untuk menyamakan persepsi terkait pentingnya literasi statistik bagi aparatur desa.

Baca Juga :  Bongkar Paksa Lapak PKL, Sumenep Mulai Bersih-bersih Jalan Utama

Pemerintah daerah bersama BPS berkomitmen menghadirkan sistem data desa yang terstandar dan akuntabel.

Dalam arahannya, Wabup KH Imam Hasyim, S.H.,M.H., menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam setiap kebijakan pembangunan. Tanpa data yang valid, menurutnya, pembangunan berpotensi melenceng dari kebutuhan riil masyarakat.

“Data yang akurat, mutakhir, dan bisa dipertanggungjawabkan adalah fondasi utama pembangunan. Tanpa itu, kita seperti berjalan tanpa arah,” tegasnya.

Orang nomor dua di lingkungan Pemkab Sumenep itu juga menyoroti masih adanya keterbatasan di tingkat desa, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sistem pendukung pengelolaan data.

“Kalau perencanaan tidak berbasis data valid, dampaknya bisa panjang. Program tidak tepat sasaran, sulit diawasi, dan evaluasinya tidak memiliki dasar yang kuat,” ujar Wabup KH. Imam Hasyim, S.H.,M.H.

Melalui program Desa Cantik 2026, pemerintah daerah menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah, mulai dari DPMD, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bappeda, hingga Dinas Komunikasi dan Informatika, guna memastikan pengelolaan data desa berjalan optimal.

Baca Juga :  Satlantas Polres Sumenep Mantapkan Koordinasi Jelang HUT Lalu Lintas ke-70, Tiga Sekolah Jadi Lokasi Irup

Sebagai langkah awal, tiga desa ditetapkan sebagai lokus binaan, yakni Desa Ketawang Karay, Bata’al Timur, dan Desa Billapora Barat. Desa-desa tersebut diharapkan menjadi model dalam penguatan sistem data yang dapat direplikasi ke wilayah lain.

Wabup KH. Imam Hasyim menegaskan, keberhasilan Desa Cantik tidak hanya terletak pada ketersediaan data, tetapi juga pada pemanfaatannya dalam pengambilan keputusan.

Baca Juga :  Prodi Penjaskes Rek STKIP PGRI Sumenep Gelar Kegiatan PJKR Camp 2023

“Kita ingin desa tidak lagi mengandalkan asumsi. Semua kebijakan harus berbasis data agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Lebih jauh, ia menyebut program ini sebagai pijakan awal menuju desa yang mandiri secara statistik dan mampu bersaing di tengah dinamika pembangunan modern.

“Dengan data yang baik, perencanaan menjadi tepat, pelaksanaan terarah, dan evaluasi jelas. Ini fondasi utama pembangunan berkelanjutan,” pungkas KH. Imam Hasyim.

Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap program Desa Cantik 2026 dapat terus diperluas, sehingga semakin banyak desa yang mampu mengelola data secara profesional dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Operasi Dini Hari di Sumenep, Satresnarkoba Polres Sumenep Amankan Terduga Pengedar Sabu
Ketua PSN Perisai Putih Sumenep Apresiasi Juara Bupati Cup 2026, Lonjakan Peserta Jadi Sinyal Positif Pembinaan Atlet
Festival Rubaru 2026 Ditutup Meriah, Potensi Pertanian dan UMKM Sumenep Siap Tembus Pasar Lebih Luas
BRIDA Sumenep Petakan Potensi Daerah, Produk Unggulan Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Ayah Wajib Hadir, Disdik Sumenep Ajak ASN Jadi Teladan Dimulai dari Keluarga
Kawal Aksi Mahasiswa di Pemkab Sumenep, Satlantas Polres Sumenep Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar
Sidang Korupsi BSPS Sumenep Masuk Babak Tuntutan, Lima Terdakwa Hadapi JPU
Jelang Tahun Ajaran Baru, 29 Kepala MTs se-Bluto Perkuat Kurikulum Berbasis Cinta dan MATAMUDA 2026

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:42 WIB

Operasi Dini Hari di Sumenep, Satresnarkoba Polres Sumenep Amankan Terduga Pengedar Sabu

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:02 WIB

Ketua PSN Perisai Putih Sumenep Apresiasi Juara Bupati Cup 2026, Lonjakan Peserta Jadi Sinyal Positif Pembinaan Atlet

Senin, 6 Juli 2026 - 23:59 WIB

Festival Rubaru 2026 Ditutup Meriah, Potensi Pertanian dan UMKM Sumenep Siap Tembus Pasar Lebih Luas

Senin, 6 Juli 2026 - 21:59 WIB

BRIDA Sumenep Petakan Potensi Daerah, Produk Unggulan Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 6 Juli 2026 - 21:26 WIB

Ayah Wajib Hadir, Disdik Sumenep Ajak ASN Jadi Teladan Dimulai dari Keluarga

Berita Terbaru