BMKG Trunojoyo Imbau Nelayan Waspadai Cuaca Ekstrem Selama Masa Pancaroba

- Redaksi

Rabu, 23 April 2025 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Kalianget, Ari Widjajanto

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Kalianget, Ari Widjajanto

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kepala Stasiun Meteorologi Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut, khususnya nelayan tradisional, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba atau peralihan musim hujan ke kemarau.

Ari menegaskan, meskipun cuaca secara umum masih terpantau kondusif, namun perubahan mendadak seperti angin kencang, gelombang tinggi, hingga hujan lebat bisa terjadi kapan saja dan membahayakan aktivitas di laut.

“Saat berada di laut dan cuaca mendadak memburuk, tidak ada perlindungan yang memadai. Inilah yang perlu diantisipasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (23/4/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihaknya menjelaskan, masa pancaroba umumnya ditandai dengan kondisi atmosfer yang tidak stabil.

Baca Juga :  LDK UNIJA Hentak Ruang Publik: Dialog Telesik Isu Keummatan & Kebangsaan Jadi Panggung Gagasan Moderasi di Sumenep

Gejala seperti cuaca cerah yang tiba-tiba berubah menjadi hujan deras disertai angin kencang menjadi karakteristik utama fase ini.

“Situasi tersebut sangat berisiko, terutama bagi nelayan yang mengandalkan perahu kecil tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai,” jelasnya.

Ari juga meminta masyarakat pesisir lebih peka terhadap tanda-tanda perubahan cuaca dan tidak memaksakan diri melaut jika kondisi tidak memungkinkan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan abaikan peringatan dini maupun informasi cuaca dari BMKG,” tegasnya.

Ia mendorong para nelayan untuk memanfaatkan layanan informasi cuaca harian dari BMKG sebagai acuan sebelum beraktivitas di laut.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Imbau Seluruh Pemudik Via Tol Panjang Waspadai Human Error

Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap dinamika cuaca dapat meminimalkan risiko kecelakaan laut.

“Lebih baik menunda melaut daripada mengambil risiko yang tidak perlu. Masa pancaroba memang singkat, tapi kita harus tetap waspada,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kepala Bapenda Sumenep Beberkan Peran Pajak Kendaraan dalam Menguatkan PAD
HUT ke-81 RI Jadi Momentum, Pemprov Jatim Bebaskan Pajak Kendaraan hingga 31 Agustus
Kapolresta Sumenep dan Bakesbangpol Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah
Polisi Sita 10 Botol Arak Bali di Sapeken, Peredaran Miras Dibongkar dari Informasi Warga
Diskop UKM dan Perindag Sumenep Gelar Bimtek SAK-EP, Perkuat Tata Kelola 50 Koperasi
Dialog Interaktif di RRI Sumenep Bongkar Program Pembebasan Pajak 2026, Satlantas Ajak Warga Manfaatkan Kebijakan
MagangHub Batch I 2026 Resmi Dibuka, Rutan Sumenep Bekali Peserta Disiplin dan Etika Kerja
Gebyar Kemerdekaan Kemenag Sumenep Pecah! ASN Adu Kekompakan, Tawa Warnai Lomba HUT RI

BERITA TERKAIT

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Kepala Bapenda Sumenep Beberkan Peran Pajak Kendaraan dalam Menguatkan PAD

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

HUT ke-81 RI Jadi Momentum, Pemprov Jatim Bebaskan Pajak Kendaraan hingga 31 Agustus

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Kapolresta Sumenep dan Bakesbangpol Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:59 WIB

Polisi Sita 10 Botol Arak Bali di Sapeken, Peredaran Miras Dibongkar dari Informasi Warga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Diskop UKM dan Perindag Sumenep Gelar Bimtek SAK-EP, Perkuat Tata Kelola 50 Koperasi

BERITA TERBARU