LDK UNIJA Hentak Ruang Publik: Dialog Telesik Isu Keummatan & Kebangsaan Jadi Panggung Gagasan Moderasi di Sumenep

- Redaksi

Sabtu, 25 April 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LDK UNIJA Hentak Ruang Publik: Dialog “Telesik Isu Keummatan & Kebangsaan” Jadi Panggung Gagasan Moderasi di Sumenep

LDK UNIJA Hentak Ruang Publik: Dialog “Telesik Isu Keummatan & Kebangsaan” Jadi Panggung Gagasan Moderasi di Sumenep

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Gelombang kesadaran intelektual mahasiswa kembali bergema.

Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Wiraraja (UNIJA) menghadirkan sebuah forum bergengsi bertajuk “Telesik Isu Keummatan dan Kebangsaan”, Sabtu (25/4/2026), yang sukses menyedot perhatian lintas elemen mahasiswa di Kabupaten Sumenep.

Bertempat di Aula Dinas Pertanian, forum ini menjelma menjadi arena dialektika yang hidup bukan sekadar diskusi, melainkan pertemuan ide, gagasan, dan kegelisahan generasi muda dalam membaca arah bangsa di tengah kompleksitas isu keagamaan dan politik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Pelaksana, Nur Fawaid Aziz, dalam sambutannya menegaskan bahwa mahasiswa hari ini tidak cukup hanya menjadi penonton perubahan.

“Mahasiswa harus hadir sebagai penyeimbang. Tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga arif dalam beragama dan dewasa dalam berpolitik. Moderasi adalah kunci agar perbedaan tidak berubah menjadi konflik,” tegasnya.

Forum ini menghadirkan dua narasumber kompeten, Hasyim Khafani, SH dan Dr. Wilda Rasaili, S.I.P., M.A., yang membedah secara tajam tantangan kebangsaan kontemporer.

Baca Juga :  Jelang Buka Puasa, Koramil 0827/01 Kota Bagikan Takjil ke Masyarakat

Keduanya sepakat, Indonesia tidak kekurangan keberagaman yang menjadi tantangan justru bagaimana merawatnya agar tetap menjadi energi pemersatu.

Dalam pemaparan yang menggugah, sejumlah gagasan penting mengemuka:

Pertama, moderasi beragama harus ditanamkan sebagai kesadaran kolektif, bukan sekadar jargon. Toleransi harus menjadi praktik hidup, bukan hanya wacana.

Baca Juga :  FUN RUN MYZE 5K SUKSES DIGELAR, WAKAPOLRES SUMENEP APRESIASI SEMANGAT PESERTA

Kedua, perbedaan tidak boleh diposisikan sebagai ancaman, melainkan sebagai kekayaan intelektual yang memperkuat daya tahan sosial bangsa.

Ketiga, mahasiswa dituntut tampil sebagai cooling system penjernih suasana di tengah memanasnya isu-isu kebangsaan yang kerap memicu polarisasi.

Atmosfer diskusi berlangsung intens dan penuh energi. Kehadiran peserta dari organisasi ekstra kampus, organisasi daerah, hingga UKM internal UNIJA menghadirkan spektrum pandangan yang luas, memperkaya jalannya dialog.

Tak jarang, perdebatan argumentatif muncul namun tetap dalam koridor ilmiah dan penuh saling menghargai. Inilah wajah ideal demokrasi kampus: tajam dalam gagasan, namun santun dalam penyampaian.

Baca Juga :  Begini Respon Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Terkait Tetesan Air Garam Makan Korban di Jalan

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kampus masih menjadi episentrum lahirnya pemikiran progresif dan penjaga nilai-nilai kebangsaan.

Di tengah derasnya arus disinformasi dan polarisasi sosial, ruang-ruang dialog seperti ini menjadi oase yang menyejukkan.

LDK UNIJA pun menaruh harapan besar agar semangat moderasi yang digaungkan tidak berhenti sebagai wacana seremonial.

Lebih dari itu, nilai-nilai tersebut diharapkan menjelma menjadi sikap hidup mahasiswa baik dalam organisasi, masyarakat, maupun dalam merespons dinamika kebangsaan. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU