JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup 2026 tidak hanya menjadi arena perebutan gelar juara, tetapi juga menghadirkan optimisme baru bagi masa depan olahraga pencak silat di Kabupaten Sumenep. Lonjakan jumlah peserta yang jauh melampaui penyelenggaraan sebelumnya menjadi bukti bahwa minat generasi muda terhadap seni bela diri warisan bangsa terus mengalami peningkatan.
Ketua Perguruan Silat Nasional (PSN) Perisai Putih Cabang Sumenep, Imam Syafi’i SH, menilai tingginya partisipasi peserta merupakan hasil dari semakin berkembangnya pembinaan atlet di sekolah maupun perguruan pencak silat. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi ruang penting untuk mengukur kemampuan sekaligus membangun mental bertanding para atlet sejak usia dini.
“Kami sangat bersyukur melihat antusiasme peserta pada Bupati Cup 2026. Jumlah atlet yang mengikuti kejuaraan ini meningkat sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi pertanda bahwa pencak silat semakin dicintai dan mendapat tempat di hati generasi muda,” kata Imam Syafi’i SH kepada media ini Selasa (07/07/2026).
Imam menyampaikan, tingginya animo peserta menjadi modal berharga bagi perkembangan prestasi pencak silat di Kabupaten Sumenep. Ia berharap kejuaraan semacam ini terus digelar secara berkelanjutan agar lahir bibit-bibit atlet yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
“Kejuaraan seperti ini bukan sekadar mencari siapa yang menjadi juara. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita terus mencetak atlet-atlet berkualitas melalui proses pembinaan yang berkesinambungan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, kategori Sekolah Dasar (SD) berhasil dimenangkan SRT 49 Sumenep sebagai juara umum pertama. Posisi kedua diraih SDN Kolor II Sumenep, sementara peringkat ketiga ditempati SDN Perak Barat VI Surabaya.
Dominasi SRT 49 Sumenep juga berlanjut pada kategori Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekolah tersebut kembali meraih gelar juara umum pertama, disusul SMPN 1 Lenteng di posisi kedua dan SMPN 7 Surabaya di peringkat ketiga.
Sementara itu, pada kategori Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, gelar juara umum diraih Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Posisi kedua ditempati SMAN 2 Sumenep, sedangkan SMAN 2 Bangkalan berhasil menempati urutan ketiga.
Imam turut memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah menunjukkan semangat juang selama pertandingan berlangsung. Baginya, setiap peserta adalah pemenang karena telah berani mengasah kemampuan dan sportivitas di atas gelanggang.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh atlet yang berhasil meraih prestasi. Pertahankan semangat latihan dan jangan pernah cepat merasa puas karena tantangan yang lebih besar masih menanti di depan,” ungkap Imam sapaannya.
Pria asal Desa Pamolokan itu juga memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil membawa pulang gelar juara. Menurut Imam, kekalahan merupakan bagian dari proses menuju prestasi yang lebih tinggi apabila dijadikan sebagai bahan evaluasi.
“Bagi atlet yang belum menjadi juara, jangan berkecil hati. Jadikan pengalaman di Bupati Cup 2026 sebagai evaluasi untuk terus memperbaiki kemampuan. Saya yakin dengan latihan yang disiplin dan kerja keras, kesempatan meraih prestasi akan datang pada kejuaraan berikutnya,” pungkasnya.
Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup 2026 diharapkan terus menjadi agenda pembinaan atlet yang mampu melahirkan pesilat-pesilat muda berprestasi sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Sumenep sebagai salah satu daerah yang konsisten mengembangkan olahraga pencak silat.












