Sentuhan Ramadhan di Balik Jeruji, Kapolres Sumenep Buka Puasa Bersama Tahanan

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sentuhan Ramadhan di Balik Jeruji, Kapolres Sumenep Buka Puasa Bersama Tahanan

Sentuhan Ramadhan di Balik Jeruji, Kapolres Sumenep Buka Puasa Bersama Tahanan

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana berbeda terasa di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Sumenep, Rabu (4/3/2026) petang. Di balik pintu besi dan dinding pembatas kebebasan, Kapolres Sumenep Anang Hardiyanto, S.I.K, duduk bersisian dengan para tahanan, menanti azan magrib berkumandang.

Tak ada sekat formalitas. Yang tampak justru percakapan ringan, tatap muka yang setara, dan suasana hangat yang jarang terlihat dalam rutinitas penegakan hukum. Momentum buka puasa bersama itu menjadi simbol pendekatan humanis yang coba ditegaskan jajaran kepolisian setempat.

Didampingi pejabat utama dan anggota jaga tahanan, Kapolres mengawali kegiatan dengan doa bersama. Ia kemudian berdialog langsung dengan para tahanan, menyampaikan pesan refleksi dan motivasi agar bulan suci Ramadhan dijadikan ruang perenungan, bukan sekadar ritual tahunan.

“Momentum Ramadhan ini adalah waktu yang tepat untuk saling berbagi dan memperkuat nilai keimanan. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan pembinaan dan sentuhan kemanusiaan kepada saudara-saudara kita yang sedang menjalani proses hukum,” kata AKBP Anang Hardiyanto.

Bagi Anang, tahanan tetaplah warga negara yang memiliki hak untuk diperlakukan secara manusiawi. Proses hukum, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan pembinaan mental dan spiritual.

“Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan semangat dan motivasi agar ke depan mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik serta tidak mengulangi perbuatannya,” tambahnya.

Buka puasa bersama itu memang berlangsung singkat. Namun pesan yang hendak disampaikan cukup jelas: pendekatan hukum tak selalu identik dengan jarak dan kekakuan. Ada ruang empati yang tetap harus dijaga.

Di tengah komitmen reformasi pelayanan publik, langkah kecil seperti ini menjadi bagian dari upaya membangun wajah kepolisian yang lebih humanis dan berkeadilan. Di bulan yang identik dengan pengampunan, pesan tentang kesempatan kedua terasa menemukan relevansinya.

Di balik jeruji, senja itu tak hanya menandai waktu berbuka. Ia juga menjadi pengingat bahwa pembinaan, harapan, dan kesempatan untuk berubah tetap terbuka bagi siapa pun. (REDJAVA****)

Berita Terkait

H. Hosnan Tegaskan Perjuangan Buruh Belum Usai di Hari Buruh 2026: “Keadilan Harus Jadi Nyata, Bukan Sekadar Janji”
Wasekjen PERADI Soroti Ketimpangan, Minta Advokat Aktif Bela Buruh
Semangat Hari Buruh Berkobar! Wartamu.id Sumenep Serukan Keadilan dan Upah Layak
Di Sudut Jalan Sumenep, 75 Bungkus Nasi “Bungturat” Menjadi Penjaga Harapan di Hari Jumat
Kemayoran Tersendat, Sulaisi: Kepemimpinan dan Tata Kelola Perlu Dibenahi
Wabup Sumenep Pastikan Pembangunan Menyentuh Seluruh Wilayah Secara Bertahap
Diproyeksikan PAD 2026 Tembus Rp500 Miliar, Strategi Bapenda Tanpa Bebani Masyarakat Jadi Kunci
Semarak Hardiknas 2026, Disdik Sumenep Dorong Generasi Unggul Lewat Olahraga Tenis

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:59 WIB

H. Hosnan Tegaskan Perjuangan Buruh Belum Usai di Hari Buruh 2026: “Keadilan Harus Jadi Nyata, Bukan Sekadar Janji”

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:10 WIB

Wasekjen PERADI Soroti Ketimpangan, Minta Advokat Aktif Bela Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:31 WIB

Semangat Hari Buruh Berkobar! Wartamu.id Sumenep Serukan Keadilan dan Upah Layak

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:56 WIB

Di Sudut Jalan Sumenep, 75 Bungkus Nasi “Bungturat” Menjadi Penjaga Harapan di Hari Jumat

Kamis, 30 April 2026 - 23:59 WIB

Kemayoran Tersendat, Sulaisi: Kepemimpinan dan Tata Kelola Perlu Dibenahi

Berita Terbaru