Tak Sekadar Evaluasi, KI Jatim Turun Langsung ke Sumenep Kawal Transparansi Publik

Senin, 29 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tak Sekadar Evaluasi, KI Jatim Turun Langsung ke Sumenep Kawal Transparansi Publik

Tak Sekadar Evaluasi, KI Jatim Turun Langsung ke Sumenep Kawal Transparansi Publik

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur mengubah pendekatan dalam mendorong keterbukaan informasi publik. Tidak lagi sebatas penilaian administratif, KI Jatim kini turun langsung ke daerah melalui strategi jemput bola. Kabupaten Sumenep menjadi daerah pertama yang disambangi dalam program asistensi pasca Monitoring dan Evaluasi (Monev) Badan Publik Tahun 2025, Senin (29/12).

Langkah ini menandai komitmen KI Jatim untuk memastikan keterbukaan informasi benar-benar berjalan sebagai instrumen reformasi tata kelola pemerintahan, bukan sekadar kewajiban formal. Tiga komisioner KI Jatim hadir langsung, yakni Ketua KI Jatim A. Nur Aminuddin, Wakil Ketua Yunus Mansur Yasin, serta Komisioner Bidang Hubungan Kelembagaan dan Tata Kelola M. Sholahuddin.

Rombongan diterima Ketua KI Kabupaten Sumenep Badrul Akhmadi, Komisioner Achmad Rifai, serta Sepri selaku PPID Utama Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Ketua KI Jatim A. Nur Aminuddin menegaskan, asistensi langsung ini menjadi fase lanjutan pasca Monev 2025 agar hasil evaluasi tidak berhenti pada angka dan peringkat, tetapi berdampak nyata pada praktik keterbukaan informasi di daerah.

“Kami datang langsung untuk memastikan hasil Monev 2025 ditindaklanjuti. Ini bukan sekadar evaluasi, tetapi pendampingan. Kami ingin mendengar langsung kendala di lapangan dan memberikan arah perbaikan yang konkret,” kata Nur Aminuddin.

Menurutnya, Sumenep dipilih sebagai daerah pertama berdasarkan pemetaan hasil Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025. Pendekatan dialog langsung dinilai lebih efektif untuk membangun kesadaran dan komitmen badan publik.

“Sumenep menjadi titik awal strategi jemput bola KI Jatim. Dengan turun langsung, kami bisa berdialog terbuka dengan PPID dan memastikan keterbukaan informasi dijalankan secara substansial,” katanya.

Data Monev 2025 menunjukkan tantangan serius keterbukaan informasi di Jawa Timur. Dari 38 pemerintah kabupaten/kota, baru 17 yang berstatus informatif, sementara lima daerah masih berada pada kategori menuju informatif.

“Ini menjadi alarm bersama. Bagi daerah yang belum informatif, asistensi akan kami lakukan secara intensif. Target kami jelas, seluruh pemkab dan pemkot di Jawa Timur harus informatif pada tahun depan,” tegas Nur Aminuddin.

Ia menekankan, keterbukaan informasi publik merupakan fondasi pemerintahan demokratis sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.

“Keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban hukum, tetapi sarana membangun pemerintahan yang transparan, efektif, efisien, dan akuntabel. Ini adalah hak publik yang harus dijamin negara,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KI Kabupaten Sumenep Badrul Akhmadi menyambut baik langkah KI Jatim. Ia menilai kunjungan langsung ini menjadi penguat sinergi kelembagaan sekaligus dorongan moral bagi badan publik di daerah.

“Kami mengapresiasi langkah KI Jatim. Asistensi langsung seperti ini memberi energi baru bagi kami untuk terus mendorong keterbukaan informasi publik secara konsisten dan berkelanjutan,” kata Badrul.

Sebagai informasi, hingga saat ini Kabupaten Sumenep menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang telah membentuk Komisi Informasi tingkat kabupaten. Keberadaan KI Sumenep sejalan dengan Pasal 24 UU KIP yang membuka ruang pembentukan Komisi Informasi kabupaten/kota sesuai kebutuhan daerah. Secara nasional, selain Sumenep, Komisi Informasi kabupaten/kota juga telah terbentuk di Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon.

Baca Juga :  Kapolres Sumenep Antarkan Langsung Kepada Pemilik Motor Yang Hilang, Korban Curanmor Senang

Langkah jemput bola KI Jatim ini diharapkan menjadi pemicu percepatan reformasi keterbukaan informasi publik di Jawa Timur, sekaligus menempatkan hak masyarakat atas informasi sebagai pilar utama tata kelola pemerintahan yang modern dan demokratis. (REDJAVA****)

Baca Juga :  DPKS Sumenep Kritik Lambannya Pencairan Dana BOS, Dinas Pendidikan Janji Perbaiki Sistem

Berita Terkait

Operasi Dini Hari di Sumenep, Satresnarkoba Polres Sumenep Amankan Terduga Pengedar Sabu
Ketua PSN Perisai Putih Sumenep Apresiasi Juara Bupati Cup 2026, Lonjakan Peserta Jadi Sinyal Positif Pembinaan Atlet
Festival Rubaru 2026 Ditutup Meriah, Potensi Pertanian dan UMKM Sumenep Siap Tembus Pasar Lebih Luas
BRIDA Sumenep Petakan Potensi Daerah, Produk Unggulan Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Ayah Wajib Hadir, Disdik Sumenep Ajak ASN Jadi Teladan Dimulai dari Keluarga
Kawal Aksi Mahasiswa di Pemkab Sumenep, Satlantas Polres Sumenep Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar
Sidang Korupsi BSPS Sumenep Masuk Babak Tuntutan, Lima Terdakwa Hadapi JPU
Jelang Tahun Ajaran Baru, 29 Kepala MTs se-Bluto Perkuat Kurikulum Berbasis Cinta dan MATAMUDA 2026

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:42 WIB

Operasi Dini Hari di Sumenep, Satresnarkoba Polres Sumenep Amankan Terduga Pengedar Sabu

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:02 WIB

Ketua PSN Perisai Putih Sumenep Apresiasi Juara Bupati Cup 2026, Lonjakan Peserta Jadi Sinyal Positif Pembinaan Atlet

Senin, 6 Juli 2026 - 23:59 WIB

Festival Rubaru 2026 Ditutup Meriah, Potensi Pertanian dan UMKM Sumenep Siap Tembus Pasar Lebih Luas

Senin, 6 Juli 2026 - 21:59 WIB

BRIDA Sumenep Petakan Potensi Daerah, Produk Unggulan Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 6 Juli 2026 - 21:26 WIB

Ayah Wajib Hadir, Disdik Sumenep Ajak ASN Jadi Teladan Dimulai dari Keluarga

Berita Terbaru