JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sehari menjelang puncak peringatan Hari Santri Nasional 2025, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep menggagas langkah konkret: menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi ratusan santri di MTsN 1 Sumenep dan Pondok Pesantren Raudhatut Tholibin.
Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Puskesmas Pandian, yang memberikan layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kebersihan gigi, hingga konsultasi kesehatan umum. Sejak pagi, para santri tampak antusias mengikuti kegiatan yang juga disertai dengan pantauan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, menegaskan bahwa kesehatan harus menjadi prioritas di lingkungan madrasah dan pesantren.
“Santri yang sehat akan lebih siap menjadi generasi penerus bangsa. Kesehatan bukan hanya soal fisik, tapi juga pondasi moral dan spiritual dalam menimba ilmu,” kata Abdul Wasid disela-sela kegiatan, Selasa (21/10/2025)
Ia menambahkan, momentum Hari Santri harus dimaknai sebagai kesempatan memperkuat ketahanan mental dan fisik santri di tengah tantangan zaman.
“Kami ingin pesantren di Sumenep tidak hanya dikenal karena keilmuannya, tapi juga karena kedisiplinan menjaga kebersihan dan pola hidup sehat. Inilah wujud santri modern yang kami harapkan,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala MTsN 1 Sumenep, Koesdartina, menyambut baik langkah tersebut.
“Kegiatan ini sangat berarti bagi siswa kami. Banyak di antara mereka baru pertama kali mendapatkan pemeriksaan menyeluruh seperti ini. Harapannya, bisa menjadi agenda tahunan karena manfaatnya nyata,” ujarnya.

Dari sisi pembinaan pesantren, Kasi PD Pontren Kemenag Sumenep, Zainorrosi, menyebut kegiatan ini sebagai refleksi nilai Hari Santri yang sejati pengabdian dan kepedulian.
“Kami tidak ingin Hari Santri hanya diisi dengan upacara dan lomba. Momentum ini kami arahkan untuk kegiatan yang berdampak langsung bagi kehidupan para santri,” ungkapnya.
Ia menekankan, pesantren hari ini harus menjadi institusi pendidikan yang adaptif dan progresif.
“Santri adalah aset bangsa. Maka tugas Kemenag adalah memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat, disiplin, dan produktif,” tambah Zainorrosi menegaskan.
Dukungan serupa datang dari Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatut Tholibin, KH. Muhyiddin As’ad, yang menilai kegiatan tersebut merupakan langkah cerdas pemerintah untuk mendekatkan pelayanan publik ke kalangan pesantren.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kemenag dan tim medis yang telah hadir langsung ke pesantren. Santri kami senang dan merasa diperhatikan. Kesehatan adalah pintu utama bagi semangat belajar dan ibadah mereka langkah sederhana ini memiliki dampak besar bagi tumbuhnya generasi santri yang lebih kuat,” ujar KH. Muhyiddin.
Program kesehatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional bertema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, yang puncaknya akan digelar pada 22 Oktober 2025.
Dengan kegiatan ini, Kemenag Sumenep menegaskan komitmennya bahwa santri tidak hanya kuat dalam spiritualitas, tetapi juga sehat secara jasmani dan mentalitas sebuah sinergi antara iman, ilmu, dan kesehatan menuju Indonesia yang lebih berdaya. (REDJAVA****)












