Kejari Sumenep Gencarkan Kampanye Anti-Bullying, Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Sabtu, 22 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejari Sumenep Gencarkan Kampanye Anti-Bullying, Wujudkan Sekolah Ramah Anak dalam Program Jaksa Masuk Sekolah di SDN Baban I Kecamatan Gapura, Sabtu (22/02/2025)

Kejari Sumenep Gencarkan Kampanye Anti-Bullying, Wujudkan Sekolah Ramah Anak dalam Program Jaksa Masuk Sekolah di SDN Baban I Kecamatan Gapura, Sabtu (22/02/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kesadaran akan bahaya perundungan atau bullying semakin digaungkan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep mengambil langkah tegas dengan menggelar kampanye edukasi anti-bullying yang tak hanya sekadar seruan moral, tetapi juga aksi nyata demi melindungi generasi muda.

Dalam program Jaksa Masuk Sekolah, yang berlangsung di Sekolah Baban I, Kecamatan Gapura, pada Sabtu (22/2/2025),

Kejari Sumenep memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai bentuk perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, keluarga, hingga dunia maya.

Jaksa Nur Fajjriyah, S.H., yang menjadi pemateri dalam kegiatan ini, menegaskan bahwa bullying bukan sekadar kekerasan fisik, tetapi juga mencakup ejekan, intimidasi, serta pengucilan sosial yang dapat merusak psikologis anak-anak.

“Perundungan bukan hanya sekadar kenakalan remaja. Ini adalah tindakan yang bisa merenggut kepercayaan diri, kesehatan mental, bahkan masa depan korban. Karena itu, kita semua harus peduli dan bertindak,” ujarnya di hadapan para siswa.

Selain memberikan edukasi tentang dampak buruk bullying, Kejari Sumenep juga mengingatkan bahwa tindakan tersebut bukan hal sepele.

Baca Juga :  Sesi Ketiga KTT G20, Presiden Jokowi Dorong Transformasi Digital Percepat Pemulihan Global

Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, pelaku perundungan dapat dijerat hukuman penjara hingga 3 tahun 6 bulan serta denda maksimal Rp72 juta.

“Sanksinya tegas, dan ini harus menjadi peringatan bagi siapa saja yang masih menganggap bullying sebagai sesuatu yang lumrah,” tambah Jaksa Nur, yang berasal dari Kabupaten Sampang.

Tak hanya menyoroti pentingnya penegakan hukum, Kejari Sumenep juga menggugah kesadaran semua pihak agar tidak menjadi saksi yang diam. Sikap pasif justru memperkuat keberanian pelaku untuk terus melakukan perundungan.

Baca Juga :  Pulldata Dilaksanakan Babinsa 0827/14 Batang-Batang di Balai Desa

“Jangan hanya menonton! Keberanian untuk menegur, mencegah, dan melaporkan adalah kunci utama menciptakan lingkungan yang aman dan penuh empati,” tegas Nur sapaannya.

Kampanye ini mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk guru, siswa, dan orang tua.

Kejari Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus menggencarkan edukasi serta pendampingan, demi mewujudkan sekolah yang bebas dari perundungan dan menciptakan generasi muda yang tumbuh dengan bahagia, aman, serta percaya diri.

“Dengan langkah ini, Kami berharap semakin banyak pihak yang sadar dan berani bertindak, sehingga mata rantai bullying benar-benar dapat diputuskan,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Perpusda Sumenep Jadi Magnet Pelajar, Puluhan Siswa SMPN 1 Dasuk Antusias Belajar Literasi
Kisah Annisa Syakina, Dosen Muda yang Membuktikan Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Berkarya
Sekda Sumenep Terima Audiensi PC IPNU-IPPNU, Bahas Penguatan SDM dan Pendidikan Pelajar
Rapat Paripurna DPRD Sumenep, Bupati Sumenep Paparkan Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Raihan WTP Ke-9 Berturut-turut
PDIP Bantah Tunggangi Aksi Mahasiswa Tolak MBG, Said Abdullah: Mahasiswa Tidak Bisa Diperintah Siapa Pun
Grand Final Festival Karaoke Dangdut Madura Open 2026 Jadi Sorotan, Talenta Terbaik Madura Siap Tampil Memukau
Warga Sumenep Raih Hadiah Umrah dari Pemprov Jatim, Bukti Nyata Kepatuhan Bayar Pajak Berbuah Manis
Donor Darah DWP Kabupaten Sumenep Jadi Wujud Nyata Solidaritas dan Kepedulian Kemanusiaan

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:14 WIB

Perpusda Sumenep Jadi Magnet Pelajar, Puluhan Siswa SMPN 1 Dasuk Antusias Belajar Literasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:00 WIB

Kisah Annisa Syakina, Dosen Muda yang Membuktikan Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Berkarya

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:59 WIB

Sekda Sumenep Terima Audiensi PC IPNU-IPPNU, Bahas Penguatan SDM dan Pendidikan Pelajar

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:48 WIB

Rapat Paripurna DPRD Sumenep, Bupati Sumenep Paparkan Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Raihan WTP Ke-9 Berturut-turut

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:41 WIB

PDIP Bantah Tunggangi Aksi Mahasiswa Tolak MBG, Said Abdullah: Mahasiswa Tidak Bisa Diperintah Siapa Pun

Berita Terbaru