JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Momentum hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah/2023 Masehi, kental dengan suasana kebersamaan, keceriaan dan kegembiraan, saling memaafkan dan berkumpul dengan sanak famili dan saudara.
Dan tidak lupa biasanya hidangan khas Sumenep seperti ketupat, lontong dan opor ayam akan tersedia apabila kita berkunjung ataupun silaturahmi ke tetangga ataupun sanak famili.
Tradisi ataupun nuansa lebaran dengan mengunjungi rumah sanak keluarga, tetangga dan orang terdekat hampir terjadi di seluruh daerah tidak terkecuali di kabupaten ujung timur pulau Jawa, Kabupaten Sumenep.
Seperti yang tampak dan terlihat di salah satu rumah warga Desa Pamolokan Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur.
Salah satu keluarga, Wildan saat menerima silaturahmi mengaku tradisi atau kebiasaan rutin saat momen hari raya Idul Fitri yaitu saling mengunjungi antar warga ataupun keluarga masing-masing untuk saling memaafkan.
“Jadi mereka itu secara bergiliran saling mengunjungi dari rumah kerumah famili atau tetangga. Dan itu hampir seluruh warga disini. Itu dilakukan sampai lebaran ketupat atau tujuh hari setelah lebaran Idul Fitri,” ucapnya, Selasa (25/04/2023).
Namun, kata Wildan lebih jauh menjelaskan saling mengunjungi atau silaturahmi antar rumah itu tidak bisa hanya dikunjungi dalam waktu sehari. Namun dilakukan beberapa hari karena rumah yang akan dikunjungi itu lebih dari 20 rumah sanak famili.
“Bisa memerlukan dua hari sampai tiga hari baru selesai. Karna setiap berkunjung dari satu rumah ke rumah diperkirakan membutuhkan 15 sampai dengan 20 menit,” ungkapnya.
Lain lagi bila kita berkunjung ke saudara, Wildan mengaku jika bersilaturahmi ke saudara yang pasti tidak dengan kosong melainkan dengan membawa oleh-oleh.
“Tapi yang paling istimewa dalam nuansa hari raya Idul Fitri itu adalah bisa bertemu saling menjalin silaturahmi dan saling memaafkan satu sama lain,” pungkasnya. (REDJAVA****)












