JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan kembali posisi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai jantung penggerak pengelolaan zakat di tingkat akar rumput.
Melalui UPZ, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dapat bersentuhan langsung dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat, sekaligus memastikan proses edukasi, penghimpunan, hingga penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) berjalan lebih terukur dan tepat sasaran.
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, dalam Rapat Koordinasi UPZ Baznas Kabupaten Sumenep di Hotel Asmi, Senin (24/11/2025), menegaskan bahwa penguatan UPZ merupakan kebutuhan mendesak untuk memastikan ZIS menjadi pilar kesejahteraan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“UPZ bukan hanya pengumpul dana zakat, tetapi juga agen pemberdayaan dan pelayan umat di lini paling depan. Di tangan UPZ, fondasi pengelolaan ZIS di Sumenep bisa berdiri lebih kokoh.” kata Wabup KH. Imam Hasyim.
Hingga Oktober 2025, Baznas Sumenep telah menghimpun dana ZIS mencapai Rp3.473.666.620, dengan realisasi penyaluran dan pendayagunaan sebesar Rp2.823.348.270.
Dana tersebut dinikmati oleh 7.402 mustahik, mencakup fakir miskin, anak yatim, penerima bantuan rumah layak huni, beasiswa pendidikan, hingga penerima program zakat produktif.
Menurut Wabup, kolaborasi antara pemerintah daerah, ASN, dan masyarakat melalui Baznas menjadi langkah strategis dalam mempercepat penurunan kemiskinan serta memperluas jangkauan program sosial.

“UPZ memiliki fungsi strategis dalam memperkuat berbagai program sosial yang dijalankan Baznas. Tanpa UPZ, jangkauan pelayanan tidak akan mampu menembus masyarakat di lapisan paling bawah,” tegasnya.
Sosok orang nomor dua di lingkungan Pemkab Sumenep menambahkan, transparansi dan akuntabilitas yang diterapkan Baznas menjadi alasan kuat bagi masyarakat untuk menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi.
“ZIS yang disalurkan lewat Baznas diawasi, dilaporkan secara rutin, dan dipastikan sampai kepada mereka yang membutuhkan. Di sinilah pentingnya menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi,” ungkapnya.
Dalam momen itu, ia kembali mengajak seluruh ASN dan masyarakat Sumenep untuk meningkatkan komitmen berzakat dan berinfak. Baginya, setiap rupiah yang dihimpun memiliki dampak besar pada pembangunan manusia dan ekonomi daerah.
“Ketika ZIS dikelola secara profesional dan tepat sasaran, ia menjadi energi penggerak dalam membangun Kabupaten Sumenep,” tutup Wabup KH. Imam Hasyim.
Selain rangkaian rapat koordinasi, kegiatan ini juga diwarnai dengan penyerahan santunan anak yatim yang diberikan langsung oleh Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim. Momen tersebut menjadi simbol nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan kepedulian sosial yang merata hingga ke seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sumenep memastikan untuk terus memperkuat sinergi dengan Baznas demi memperluas cakupan bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Melalui UPZ yang lebih aktif dan adaptif, diharapkan gerakan zakat dapat menjelma menjadi gerakan perubahan sosial di seluruh penjuru Sumenep. (REDJAVA****)









