JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana hangat mewarnai tasyakuran Hari Ulang Tahun ke-14 Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumenep. Di tengah derasnya arus informasi, momentum ini menjadi penegasan bahwa pers merdeka tetap membutuhkan kolaborasi sehat untuk menjaga ruang publik tetap informatif dan demokratis.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran PJU Polresta Sumenep. Hadir pula Anggota DPRD Sumenep sekaligus Dewan Penasihat IWO, H. Hairul Anwar, M.T., serta sejumlah pimpinan asosiasi media dan wartawan setempat.
Mengangkat tema “Pers Merdeka, Demokrasi Bermartabat”, HUT ke-14 IWO tidak sekadar menjadi perayaan usia organisasi. Lebih jauh, momentum tersebut menjadi refleksi tentang bagaimana media harus tetap kritis, independen, akurat, sekaligus mampu membangun komunikasi konstruktif dengan berbagai pihak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua IWO Kabupaten Sumenep, Imam Musta’in R, menegaskan bahwa tasyakuran tersebut menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarlembaga tanpa mengurangi marwah pers sebagai institusi yang memiliki tanggung jawab besar kepada publik.
“HUT ke-14 ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia organisasi. Kami ingin menjadikannya momentum memperkuat silaturahmi, komunikasi, dan sinergi dengan Polresta Sumenep,” kata Imam.
Menurut Imam, pers dan kepolisian memang mempunyai mandat yang berbeda. Namun, keduanya dapat bertemu dalam kepentingan yang sama, yakni menghadirkan informasi yang mencerdaskan masyarakat sekaligus membantu menciptakan situasi daerah yang aman dan kondusif.
“Pers membutuhkan keterbukaan informasi untuk menjalankan fungsi jurnalistik. Sebaliknya, kepolisian juga membutuhkan media untuk menyampaikan informasi yang edukatif dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.
Imam menekankan bahwa kemitraan tidak boleh dimaknai sebagai bentuk pembatasan terhadap kebebasan pers. Sebaliknya, komunikasi yang terbuka justru harus menjadi fondasi agar media dapat menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dan bertanggung jawab.
“Pers harus tetap merdeka. Kemitraan dibangun bukan untuk membatasi kebebasan pers, melainkan memperkuat komunikasi dan menghadirkan informasi yang benar serta bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Dewan Penasihat IWO Sumenep, H. Hairul Anwar, M.T., menilai usia 14 tahun harus menjadi titik evaluasi bagi organisasi. Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks sehingga wartawan dituntut meningkatkan kapasitas, menjaga integritas, dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.
“Kebebasan pers harus selalu berjalan bersama tanggung jawab. Wartawan tidak cukup hanya cepat menyampaikan informasi, tetapi juga harus memastikan berita akurat, berimbang, terverifikasi, dan berpihak pada kepentingan publik,” ucap H. Hairul.
Ia berharap IWO Sumenep mampu memperkuat soliditas organisasi sekaligus melahirkan wartawan yang semakin profesional. Pers, menurutnya, harus mampu memberikan kontribusi melalui pemberitaan yang kritis, konstruktif, edukatif, dan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik.
“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama pers. Karena itu, setiap informasi harus melalui proses jurnalistik yang benar agar media benar-benar menjadi rujukan yang dipercaya publik,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu mengapresiasi kegiatan HUT ke-14 IWO. Ia menyebut media mempunyai posisi strategis dalam membangun komunikasi publik, terutama ketika masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Perkembangan teknologi membuat informasi bergerak tanpa batas. Dalam kondisi tersebut, koordinasi antara kepolisian dan media menjadi semakin penting untuk memastikan masyarakat tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi dan berpotensi menimbulkan keresahan.
Kombes Ariek berharap hubungan Polresta Sumenep dengan insan pers terus berkembang dalam suasana profesional dan terbuka. Ia menilai komunikasi yang sehat dapat menjadi kekuatan bersama untuk menjaga stabilitas keamanan serta membangun kepercayaan masyarakat.
Pada akhirnya, tasyakuran HUT ke-14 IWO Sumenep menjadi lebih dari sekadar seremoni organisasi. Momentum tersebut mempertemukan semangat pers merdeka dengan kebutuhan membangun kemitraan strategis, sehingga kebebasan jurnalistik tetap tumbuh bersama tanggung jawab sosial.









