JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana Ramadan di Kabupaten Sumenep dikejutkan oleh insiden tragis yang terjadi di Dusun Sumber, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding.
Seorang pemuda, Ridwan (25), mengalami luka parah setelah petasan yang dinyalakannya meledak dengan dahsyat, Minggu (30/3/2025) sekitar pukul 18.00 WIB.
Ledakan itu tak hanya mencederai tangannya, tetapi juga meninggalkan luka di bagian paha kirinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan keterangan saksi, Abd. Salam (38) dan Khalifah (32), peristiwa naas ini terjadi setelah korban berbuka puasa bersama di rumahnya.
Saat mencoba menyalakan petasan di pinggir jalan, tiba-tiba ledakan keras mengguncang sekitar lokasi.
Dalam sekejap, Ridwan tersungkur dengan luka yang mengerikan di tangan dan pahanya. Warga yang mendengar suara ledakan segera berlarian mendekat, mendapati Ridwan terkapar dalam kondisi mengenaskan.
Ia pun segera dilarikan ke RSUD Moh. Anwar Sumenep untuk mendapatkan penanganan medis.
“Menyikapi insiden ini, jajaran Polsek Ganding bergerak cepat dengan mengamankan lokasi kejadian,” kata Kapolres Sumenep melalui Plt. Kasi Humas, AKP Widiarti saat dikonfirmasi, Selasa (02/04/2025).
Serpihan kertas yang diduga sisa petasan ditemukan di TKP. Selain itu, pihak kepolisian juga telah menggali keterangan dari para saksi untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.
Lebih lanjut Plt. Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, S.H., menegaskan bahwa kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap penggunaan petasan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak bermain petasan karena berisiko tinggi, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga lingkungan sekitar. Ledakan petasan bisa berakibat fatal, sebagaimana yang kita saksikan dalam insiden ini. Jangan sampai kesenangan sesaat berujung petaka,” ujarnya.
Aparat kepolisian pun mengingatkan bahwa penggunaan petasan ilegal bisa dikenai tindakan hukum guna mencegah insiden serupa terulang kembali.
Hingga berita ini diturunkan, Ridwan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Moh. Anwar Sumenep.
“Polisi terus mendalami sumber petasan yang digunakan korban dan mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam merayakan momen Ramadan dan Idulfitri tanpa harus mempertaruhkan nyawa,” pungkasnya. (REDJAVA****)









