Tradisi Ater-Ater Menggeliat, Pasar Anom Sumenep Dipadati Pemburu Kulit Ketupat

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu pedagang Ketupat di Pasar Anom Sumenep

Salah satu pedagang Ketupat di Pasar Anom Sumenep

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sehari menjelang Lebaran Ketupat, suasana di Pasar Anom Baru Sumenep berubah menjadi lautan aktivitas.

Warga dari berbagai penjuru berdatangan, memadati setiap sudut pasar demi satu kebutuhan yang sama: berburu kulit ketupat untuk menyambut tradisi yang telah mengakar turun-temurun.

Deretan pedagang musiman tampak memenuhi sepanjang trotoar. Anyaman janur yang tersusun rapi menjadi pemandangan dominan, menawarkan solusi praktis bagi masyarakat yang ingin menyiapkan hidangan tanpa harus menganyam sendiri.

Transaksi berlangsung cepat, tawar-menawar terdengar bersahutan, menciptakan ritme khas pasar tradisional yang hidup.

Di Kabupaten Sumenep, Lebaran Ketupat bukan sekadar perayaan kuliner. Ia menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan sosial melalui tradisi ater-ater atau arebbe mengantarkan hidangan ke tetangga dan kerabat sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian.

Baca Juga :  Hadiri Tasyakuran Purna Studi dan Prodistik "Best Graduation MAN Sumenep", Nia Kurnia Fauzi Harapkan Siswa-Siswi Lanjutkan Jenjang Yang Lebih Tinggi

“Setiap Lebaran Ketupat saya selalu datang ke sini, karena lebih praktis beli yang sudah jadi dibanding harus menganyam sendiri,” ujar Yuli, Jum’at (27/03/2026).

Menurutnya, tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun ini membuat persiapan harus dilakukan sejak jauh hari agar pelaksanaannya berjalan lancar.

Selain untuk kebutuhan keluarga, ketupat juga menjadi bagian penting dalam budaya berbagi kepada sesama.

Baca Juga :  BPKSDM Sumenep: Profiling ASN Bukan Sekadar Penilaian, Tapi Instrumen Strategis Pembangunan SDM

“Apalagi besok sudah mulai tradisi ater-ater, jadi dari sekarang harus dipersiapkan supaya bisa berbagi dengan keluarga dan tetangga,” tambahnya.

Lonjakan permintaan turut mendorong kenaikan harga. Satu ikat kulit ketupat berisi 10 buah kini dijual antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu, bergantung pada ukuran dan kualitas janur.

Meski demikian, tingginya harga tidak mengurangi minat masyarakat. Bagi para pedagang, momen ini menjadi berkah musiman yang dinantikan setiap tahun.

Iin, salah satu penjual, mengaku dagangannya laris manis sejak beberapa hari terakhir.

“Menjelang Lebaran Ketupat seperti ini, pembeli ramai sekali dibanding hari biasa,” kata Iin.

Baca Juga :  Patroli Tengah Malam, TNI–Polri Pastikan Sumenep Kondusif Sambut Tahun Baru 2026

Ia menyebut, meningkatnya permintaan membuat stok dagangan harus terus ditambah agar dapat memenuhi kebutuhan pembeli yang datang silih berganti sejak pagi hingga siang hari.

“Banyak yang cari yang sudah jadi, jadi dagangan cepat habis,” ungkapnya.

Di tengah padatnya aktivitas dan meningkatnya harga, semangat masyarakat tetap terjaga.

Lebaran Ketupat kembali menjadi ruang perjumpaan bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang merawat tradisi, memperkuat silaturahmi, dan menjaga identitas budaya yang terus hidup di tengah masyarakat Sumenep.  (REDJAVA****)

Berita Terkait

Respons Cepat Bencana, Pemkab Sumenep Salurkan Rp30 Juta untuk Korban Kebakaran Dusun Kalompang
Bazar Literasi dan Batik Lebatu SDN Lenteng Barat I Sumenep Tuai Apresiasi, Lahirkan Generasi Kreatif dan Berdaya Saing
BLT DD Ekstrem Desa Gayam Cair, Penerima Stroke Terima Bantuan Rp900 Ribu di Rumah
Masih Ada ASN Tak Pakai Peci Hitam, Sekdakab Sumenep Kembali Ingatkan Instruksi Bulan Bung Karno
Perhatian Bupati Fauzi untuk Petani Tembakau Sumenep, Doakan Panen Sukses dan Kesejahteraan Meningkat
Dari Silaturahmi hingga Aksi Kemanusiaan, Forsekdesi Sumenep Perkuat Peran Organisasi
Polisi Ganding Bergerak Cepat, Pelaku Sabu Ditangkap di Pinggir Jalan Desa Ketawang Larangan
Dukungan TNI di Soekarno Fun Run 2026, Danyonif TP 931/KJ Hadir di Tengah Ribuan Warga Sumenep

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 14:51 WIB

Respons Cepat Bencana, Pemkab Sumenep Salurkan Rp30 Juta untuk Korban Kebakaran Dusun Kalompang

Senin, 15 Juni 2026 - 14:16 WIB

Bazar Literasi dan Batik Lebatu SDN Lenteng Barat I Sumenep Tuai Apresiasi, Lahirkan Generasi Kreatif dan Berdaya Saing

Senin, 15 Juni 2026 - 12:35 WIB

BLT DD Ekstrem Desa Gayam Cair, Penerima Stroke Terima Bantuan Rp900 Ribu di Rumah

Senin, 15 Juni 2026 - 08:55 WIB

Masih Ada ASN Tak Pakai Peci Hitam, Sekdakab Sumenep Kembali Ingatkan Instruksi Bulan Bung Karno

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:41 WIB

Perhatian Bupati Fauzi untuk Petani Tembakau Sumenep, Doakan Panen Sukses dan Kesejahteraan Meningkat

Berita Terbaru