JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah padatnya tanggung jawab pelayanan publik yang diemban aparatur desa, Forum Sekretaris Desa Indonesia (Forsekdesi) Cabang Sumenep memilih memperkuat kebersamaan melalui cara yang sederhana namun sarat makna.
Tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi, pertemuan yang digelar di kediaman mantan Sekretaris Desa Totosan, Annasah, Kecamatan Batang-Batang, Minggu (14/6/2026), juga menjadi ruang berbagi kepedulian kepada masyarakat.
Sejak pagi, para Sekretaris Desa (Sekdes) berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep mulai berdatangan. Sebagian masih aktif bertugas di pemerintahan desa, sementara lainnya telah mengemban amanah di instansi pemerintahan berbeda bahkan memasuki masa purna tugas.
Meski berasal dari latar belakang dan tempat tugas yang beragam, suasana kekeluargaan terasa begitu kuat. Canda, diskusi, dan bertukar pengalaman menjadi warna yang menghidupkan pertemuan tersebut.
Bagi Forsekdesi Sumenep, kegiatan semacam ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Lebih dari itu, silaturahmi menjadi fondasi penting dalam menjaga kekompakan, memperkuat komunikasi, serta membangun sinergi antaranggota yang selama ini tersebar di berbagai wilayah.
Ketua Forsekdesi Sumenep, Mukhlis, mengatakan bahwa intensitas pekerjaan yang tinggi dalam pelayanan masyarakat sering kali membuat aparatur desa membutuhkan ruang untuk menyegarkan pikiran dan memperkuat semangat pengabdian.
“Rutinitas pelayanan masyarakat yang tinggi membutuhkan momen penyegaran agar tetap menjaga kesehatan mental, mengurangi stres, dan mengembalikan semangat kerja,” kata Mukhlis.
Menurut dia, organisasi yang kuat tidak hanya dibangun melalui program kerja formal, melainkan juga melalui hubungan emosional yang terjaga dengan baik di antara para anggotanya.
Karena itu, Forsekdesi terus berupaya menghadirkan kegiatan yang mampu mempererat ikatan kebersamaan sekaligus menjaga soliditas organisasi di tengah berbagai tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks.
“Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga untuk memperkuat jaringan, soliditas, dan kekompakan organisasi di antara Sekdes ASN se-Kabupaten Sumenep,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mukhlis menjelaskan bahwa forum tersebut juga menjadi sarana komunikasi informal yang efektif untuk membahas berbagai persoalan yang muncul di lingkungan kerja masing-masing.
Dalam suasana yang lebih santai dan terbuka, para anggota dapat saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, hingga mencari solusi atas berbagai dinamika yang dihadapi dalam menjalankan tugas pemerintahan desa.
“Kami memanfaatkan momentum ini sebagai sarana koordinasi informal, sekaligus wadah untuk saling bertukar pikiran dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan kerja,” tambahnya.
Namun, kebersamaan yang terbangun dalam silaturahmi tersebut tidak berhenti pada penguatan internal organisasi. Forsekdesi Sumenep juga menunjukkan kepedulian sosial dengan memberikan santunan kepada lima anak yatim yang berasal dari Desa Totosan.
Aksi sosial itu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan silaturahmi. Bantuan yang diberikan merupakan hasil gotong royong dan iuran sukarela para anggota Forsekdesi dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.
Salah satu anggota Forsekdesi Sumenep yang juga Sekretaris Desa Gedang-Gedang, Kecamatan Batuputih, Asnawi, menuturkan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap masyarakat sekitar.
“Kegiatan ini dilaksanakan di rumah mantan Sekdes Totosan, Kecamatan Batang-Batang. Ada lima anak yatim yang kami santuni, dan semuanya berasal dari desa setempat,” ungkap Asnawi.
Ia menegaskan bahwa santunan tersebut lahir dari semangat kebersamaan para anggota yang ingin menghadirkan manfaat di tengah masyarakat.
“Dana santunan ini berasal dari iuran sukarela para anggota di berbagai wilayah. Semoga bisa memberi manfaat dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim,” tuturnya.
Kegiatan silaturahmi yang dipadukan dengan aksi sosial tersebut menjadi cerminan bahwa Forsekdesi Sumenep tidak hanya hadir sebagai wadah profesional bagi para Sekretaris Desa ASN, tetapi juga sebagai organisasi yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
Melalui semangat persaudaraan, kolaborasi, dan kepedulian yang terus dijaga, Forsekdesi Sumenep berharap dapat memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus menumbuhkan budaya gotong royong yang menjadi ruh kehidupan masyarakat desa. (REDJAVA****)












