JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP –Langkah inspiratif kembali ditorehkan oleh para siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep. Tim Multimedia madrasah ini berhasil meraih Juara Umum, Juara 1 Film Terbaik, dan Aktris Terbaik dalam ajang Lomba Film Pendek Se-Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Informatika Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tahun 2025.
Dalam lomba bergengsi bertema “Merangkai Masa Depan Melalui Lensa Edukasi Digital”, film karya siswa MAN Sumenep sukses menyingkirkan puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Aktris terbaik diraih oleh Chyntania Islami Syafia Putri, siswi kelas XI-B, yang memerankan karakter utama dengan penjiwaan luar biasa.
Kepala MAN Sumenep, H. Hairuddin, S.Pd., M.MPd, mengaku bangga atas capaian tim binaannya. Ia menilai kemenangan ini bukan hanya soal prestasi, melainkan bukti nyata bahwa madrasah mampu beradaptasi dan berinovasi di era digital.
“Prestasi ini menjadi momentum bahwa madrasah bukan lagi lembaga konvensional, melainkan ruang kreatif yang bisa melahirkan karya berkelas nasional,” ujar Hairuddin di Sumenep Senin (13/10) pagi.
Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil dari proses panjang pembelajaran berbasis proyek di bidang multimedia. Siswa diajak tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami nilai moral dan sosial di balik setiap karya.
“Film ini lahir dari kepekaan siswa terhadap realitas sosial. Mereka belajar menarasikan kebaikan, menebar pesan edukatif, dan menumbuhkan empati lewat media digital,” sambungnya.
Hairuddin menegaskan, MAN Sumenep berkomitmen menjadikan prestasi ini sebagai titik tolak untuk memperluas jejaring kolaborasi antar madrasah di Indonesia.

“Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi pendidikan madrasah bisa bersaing dengan sekolah umum. Prestasi ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan panjang menuju madrasah yang mendunia,” tegasnya.
Lebih jauh, ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak, terutama guru pembimbing dan siswa yang bekerja keras hingga mampu mengharumkan nama madrasah di tingkat provinsi.
“Saya apresiasi penuh semangat para siswa dan pembina. Mereka membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan doa adalah kunci keberhasilan yang sesungguhnya,” tuturnya menutup.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, H. Abdul Wasid, M.Pd.I, turut memberikan apresiasi tinggi atas prestasi tersebut. Ia menilai keberhasilan MAN Sumenep adalah bukti transformasi pendidikan keagamaan yang terus bergerak maju dan adaptif terhadap zaman.
“MAN Sumenep membuktikan bahwa pendidikan agama bisa berjalan seiring dengan kemajuan teknologi. Ini bentuk moderasi beragama yang cerdas dan kontekstual,” ujar Wasid.
Ia berharap kemenangan ini bisa menjadi inspirasi bagi madrasah-madrasah lain di Sumenep untuk terus berinovasi dalam bidang literasi digital dan perfilman edukatif.
“Saya ingin prestasi seperti ini menjadi gerakan bersama. Madrasah harus tampil di garis depan sebagai pelopor pendidikan kreatif, berkarakter, dan berdaya saing global,” tandasnya.
Ajang lomba film pendek tingkat Jawa Timur ini menjadi ruang bagi generasi muda madrasah untuk menunjukkan potensi kreatif mereka di dunia sinematografi. Kemenangan MAN Sumenep tak hanya membanggakan, tetapi juga meneguhkan posisi madrasah sebagai pelaku utama dalam pendidikan berbasis nilai dan teknologi. (REDJAVA****)












