JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Desa Payudan Nangger, Kecamatan Guluk-Guluk, tampak berbeda pada Minggu (27/07/2025) kemarin. Senyuman dan air mata haru mewarnai wajah-wajah mungil anak-anak yatim dan piatu saat satu per satu mereka menerima bingkisan penuh cinta dari komunitas Kita Berbagi Sosial (KBS) Kabupaten Sumenep.
Sebanyak 50 anak yatim-piatu mendapatkan santunan yang mencakup uang saku, makanan siap saji, hingga perlengkapan sekolah dan kebutuhan pokok. Donasi yang terkumpul sebanyak Rp10.495.000 disalurkan dalam bentuk amplop, kue dan nasi kotak, serta paket sembako berisi beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan harian lainnya. Tak hanya itu, mereka juga menerima perlengkapan belajar seperti papan ujian, buku tulis, crayon, pensil, dan penggaris.
Ketua KBS Kabupaten Sumenep, Ahmad Zahruddin, menyampaikan rasa syukurnya atas lancarnya kegiatan santunan kemarin. Ia menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar rutinitas sosial, melainkan upaya menghadirkan harapan dan pelukan kasih bagi anak-anak yang telah kehilangan orang tua mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan kemarin begitu menyentuh. Kami menyaksikan langsung senyum dan air mata bahagia anak-anak saat menerima santunan. Itu momen yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata,” tutur Ahmad Zahruddin kepada media ini, Senin (28/07/2025)
“Alhamdulillah, donasi dari para dermawan telah kami salurkan secara maksimal. Semoga membawa keberkahan, dan semoga Allah SWT membalas semua kebaikan mereka dengan limpahan rahmat dan rezeki yang melimpah,” lanjutnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan kemarin merupakan bagian dari komitmen KBS untuk terus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim yang memerlukan dukungan moral dan emosional, bukan hanya materi.
“Kami ingin anak-anak ini tahu, mereka tidak sendiri. Ada banyak orang yang peduli, yang menyayangi mereka, dan ingin mereka tumbuh dengan bahagia serta percaya diri,” tegasnya.
Dalam kegiatan kemarin, suasana sempat diliputi keharuan ketika beberapa anak menunduk sambil memeluk bingkisan mereka, seakan tak percaya bahwa masih ada tangan-tangan tulus yang datang menghampiri tanpa pamrih. Beberapa relawan tampak ikut meneteskan air mata, larut dalam suasana yang begitu manusiawi dan menyentuh.
KBS Sumenep sendiri terus konsisten bergerak dalam kerja-kerja sosial, dari desa ke desa, menjangkau mereka yang kerap terlupakan. Apa yang mereka lakukan di Guluk-Guluk kemarin bukan hanya soal berbagi, tapi soal menghidupkan empati dan menumbuhkan budaya peduli di tengah masyarakat.
“Langkah kecil ini semoga menjadi cahaya harapan yang menuntun masa depan anak-anak kita. Karena dari kepedulian hari ini, masa depan yang lebih baik bisa kita bangun bersama,” pungkas Ahmad Zahruddin. (REDJAVA****)









