JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Setelah lebih dari dua dekade berpisah meniti jalan hidup masing-masing, alumni SMA PGRI Sumenep angkatan tahun 2000 kembali dipertemukan dalam sebuah acara temu kangen yang digelar penuh kehangatan dan semangat kebersamaan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Boenkzoe Cafe, sebuah tempat bernuansa santai dan artistik di Jalan Lingkar Timur, Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Sabtu (07/06/2025).
Acara temu kangen ini diinisiasi secara mandiri oleh sejumlah alumni sebagai bentuk kerinduan akan masa-masa putih abu-abu yang penuh cerita.
Dengan dukungan dan antusiasme dari para sahabat seangkatan, kegiatan akhirnya terwujud dan berhasil mempertemukan puluhan alumni yang datang dari berbagai penjuru kota, bahkan ada yang rela menempuh perjalanan jauh demi hadir dalam momen istimewa ini.

Boenkzoe Cafe yang dipilih sebagai lokasi acara menghadirkan suasana yang hangat dan akrab. Diiringi alunan musik kenangan, tawa lepas dan pelukan hangat menjadi pemandangan yang mengharukan.
Mereka berbagi kisah, mengenang guru-guru yang telah berjasa, hingga membahas dinamika kehidupan yang telah dilalui setelah lulus dari sekolah yang menjadi bagian penting dari pembentukan karakter mereka.
Salah seorang alumni, Yuyun menuturkan bahwa pertemuan ini bukan hanya soal reuni biasa, melainkan momen spiritual dan emosional yang sangat dalam.
“Setelah 25 tahun berlalu, bisa bertemu kembali dengan teman-teman seperjuangan adalah berkah luar biasa. Kita tidak hanya saling menyapa, tetapi juga saling menguatkan, mengenang perjuangan masa muda, dan menyadari bahwa persahabatan sejati tak lekang oleh waktu,” ujar Yuyun kepada media ini. Minggu (08/06/2025)
Dalam acara tersebut, para alumni juga saling memperkenalkan kehidupan dan profesi mereka kini. Ada yang telah menjadi aparatur sipil negara, guru, pengusaha, tenaga medis, ibu rumah tangga, hingga tokoh masyarakat.
Meski berbeda jalan hidup, namun benang merah kenangan tetap mengikat mereka dalam semangat kekeluargaan yang kuat.

Lebih lanjut Yuyun menyebutkan bahwa kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin dua tahunan agar tali silaturahmi antaralumni tetap terjaga.
Mereka juga berencana membentuk forum komunikasi alumni yang tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga bisa menjadi wadah untuk kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dan pemberdayaan.
“Semoga temu kangen ini bukan hanya jadi ajang nostalgia, tapi juga jadi langkah awal membangun kolaborasi antaralumni untuk turut berkontribusi pada lingkungan dan almamater,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan makan malam bersama, sesi foto, serta penyerahan kenang-kenangan kecil sebagai simbol cinta dan persatuan lintas waktu. (REDJAVA****)












