JAVANETWORK.CO ID.SUMENEP – Langkah strategis menuju penguatan literasi budaya di Kabupaten Sumenep kembali bergulir. Komunitas Parekas, yang dikenal aktif dalam gerakan literasi dan kebudayaan, menginisiasi program literasi budaya yang akan digelar pada April 2025.
Program ini bertujuan menanamkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap warisan budaya lokal yang kaya dan beragam.
Gagasan ini mendapat respons positif dari Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam pertemuan yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (10/2) siang.
Bupati menilai program ini bukan sekadar edukasi, tetapi juga langkah strategis dalam menjaga identitas daerah.
“Sumenep memiliki kekayaan budaya luar biasa yang harus terus diperkenalkan dan dilestarikan. Program ini bisa menjadi momentum penting dalam memperkuat jati diri daerah sekaligus membangun generasi yang lebih peduli terhadap budaya lokal,” ujar Bupati terpilih periode 2024-2029.
Sementara Koordinator Komunikasi Parekas, Amin Bashiri, menjelaskan bahwa program ini akan mengusung konsep pentahelix, yakni melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media.
“Kami ingin menciptakan ruang edukasi yang membangun kesadaran tentang kekayaan budaya lokal, terutama bagi pelajar dan mahasiswa. Literasi budaya bukan sekadar memahami sejarah, tetapi juga menanamkan kebanggaan dan tanggung jawab untuk melestarikannya,” jelasnya.
Dukungan penuh juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Agus Dwi Saputra, yang menilai program ini selaras dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan berbasis budaya.
“Kami siap berkolaborasi agar program ini benar-benar memberikan manfaat edukatif bagi siswa, mahasiswa, serta seluruh elemen pelajar di Sumenep,” tegasnya.
Sebagai komunitas literasi kebudayaan, Parèkas memiliki visi besar menjadikan Madura sebagai pusat literasi budaya yang diakui secara nasional maupun global.
Nama Parèkas sendiri diambil dari bahasa Madura yang berarti cerdas, berpengetahuan luas, dan penuh wawasan sebuah filosofi yang mencerminkan semangat komunitas ini dalam mencerdaskan masyarakat melalui budaya.
Tak sekadar komunitas diskusi, Parèkas hadir sebagai gerakan strategis dengan grand desain yang matang. Mereka terus mematangkan konsep dan teknis pelaksanaan program agar benar-benar optimal dan berdampak luas bagi masyarakat.
Dengan dukungan berbagai pihak dan konsep yang terencana, inisiatif ini diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga membawa Sumenep menjadi episentrum literasi budaya yang lebih dikenal di tingkat nasional dan internasional. (REDJAVA****)










