JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebuah langkah besar kembali ditorehkan Pondok Pesantren Mathali’ul Anwar, Pangarangan, Sumenep.
Pesantren yang dikenal progresif ini meresmikan brand air mineral baru bertajuk “Eatore”, sebuah produk yang digagas dan dikelola bersama para alumninya melalui PT Eatore Sejahtera Bersama.
Peluncuran yang berlangsung meriah di Masjid Aminah itu ditandai dengan pengguntingan pita oleh Pengasuh Pesantren, Kiai Moh. Syaifa Abdillah, bersama Direktur PT Eatore Sejahtera Bersama, Ahmad Luthfi, Jum’at (05/12/2025).
Hadirin memenuhi area peluncuran, menandai antusiasme besar terhadap produk yang digadang sebagai tonggak baru ekonomi pesantren.
Direktur PT Eatore Sejahtera Bersama, Ahmad Luthfi, menyebut kehadiran Eatore bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan gerakan nyata pemberdayaan.
“Eatore kami hadirkan sebagai bentuk kontribusi langsung bagi kemajuan Pesantren Mathali’ul Anwar dan para alumninya. Kami berharap Eatore membuka ruang kerja baru sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi di lingkungan pesantren,” ujarnya.
Luthfi menegaskan bahwa Eatore dirancang sebagai model usaha berkelanjutan produk yang tidak hanya bersaing di pasar, tetapi membawa nilai sosial yang kuat.
Ketua Ikatan Alumni Mathali’ul Anwar (IKAMA), Jumandi, memberikan apresiasi penuh atas peluncuran Eatore. Menurutnya, produk ini berpotensi menjadi game changer dalam menggerakkan ekonomi berbasis komunitas pesantren.
“Kami optimistis Eatore mampu meningkatkan perekonomian pesantren dan para alumni. Ini bukti nyata bahwa alumni tak hanya pulang membawa ilmu, tetapi juga kembali membawa perubahan,” tegasnya.
Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Mathali’ul Anwar, Gus Ibid, menilai lahirnya Eatore menegaskan bahwa pesantren hari ini tidak lagi bergerak sebagai lembaga pendidikan semata, tetapi juga sebagai ruang inovasi ekonomi.
“Kolaborasi ini adalah bukti jiwa kemandirian yang terus tumbuh di pesantren. Para alumni dan mitra usaha hadir bersama, menanamkan nilai bahwa kemandirian adalah bagian dari dakwah,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pesantren, alumni, dan dunia usaha menjadi kunci penting terciptanya kesejahteraan yang lebih luas.
Dengan peluncuran Eatore, Pondok Pesantren Mathali’ul Anwar berharap tercipta hubungan yang semakin erat antara pesantren dan alumninya — hubungan yang tidak hanya spiritual, tetapi juga produktif secara ekonomi.
“Semoga kehadiran Eatore memupuk rasa memiliki dan menjadi pijakan tumbuhnya usaha-usaha berikutnya dari pesantren,” pungkasnya.
Peluncuran Eatore menandai babak baru transformasi pesantren. Dari ruang pendidikan, Mathali’ul Anwar kini menancapkan jejak kuat di sektor ekonomi dengan visi keberlanjutan, kemandirian, dan pemberdayaan. (REDJAVA****)












