Sumenep Masuki Puncak Musim Kemarau, Warga Diimbau Waspadai Kekeringan dan Kebakaran Lahan

Kamis, 31 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Stasiun Meteorologi Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto

Kepala Stasiun Meteorologi Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Setelah sempat mengalami fenomena kemarau basah, wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur kini resmi memasuki fase puncak musim kemarau.

Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang, dengan tingkat curah hujan yang sangat minim.

Kepala Stasiun Meteorologi Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, mengungkapkan bahwa fase ini merupakan bagian dari siklus tahunan yang lazim terjadi pada bulan Juli dan Agustus.

Namun, musim kemarau tahun ini sempat diawali dengan kehadiran anomali cuaca berupa potensi hujan yang masih tinggi.

“Secara normal, Juli dan Agustus adalah periode musim kemarau. Hanya saja sebelumnya ada banyak potensi hujan, karena faktor suhu muka laut yang masih hangat,” ujar Ari saat dikonfirmasi pada Kamis (31/7/2025).

Meski suhu laut masih menunjukkan anomali hangat, lanjut Ari, sejumlah indikator atmosfer lainnya kini sudah mulai tidak mendukung pembentukan awan hujan.

“Seperti yang kami prediksi sebelumnya, hujan saat ini sudah sangat jarang. Kita benar-benar memasuki puncak kemarau,” imbuhnya.

Di tengah kondisi kering ini, masyarakat Sumenep diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran lahan, yang kerap terjadi saat vegetasi mengering dan angin bertiup kencang.

“Selain itu, penting pula untuk memastikan ketersediaan air bersih, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan kekeringan,” sambungnya.

Ari juga menyoroti dampak lain dari musim kemarau, yakni potensi gelombang tinggi di perairan sekitar akibat dominasi angin timuran yang bertiup secara konsisten.

Baca Juga :  Komsos Dilaksanakan Babinsa 0827/11 Pasongsongan Untuk Mempererat Hubungan Silaturahmi

Menurutnya, kondisi laut harus mendapat perhatian khusus dari para nelayan dan otoritas terkait untuk mencegah kecelakaan pelayaran.

“Kami akan terus memantau dinamika cuaca dan memberikan informasi terbaru secara berkala kepada masyarakat. Koordinasi lintas sektor, khususnya dengan BPBD dan Dinas Kelautan, sangat penting untuk memastikan kesiapsiagaan,” tutup Ari.

Dengan puncak musim kemarau yang masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan, masyarakat diminta untuk tidak lengah terhadap berbagai potensi dampak, baik di darat maupun di laut. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Diiringi Lantunan Sholawat Nabi, Wabup Hj Dewi Khalifah Lepas Keberangkatan CJH Sumenep Menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya

Berita Terkait

Buka Bupati Sumenep Cup V, Staf Ahli Bupati Tegaskan Komitmen Cetak Pesilat Berprestasi Sejak Usia Pelajar
Bangun Karakter Generasi Muda, PPI Sumenep Gelar Kemah Kepemimpinan
Eks Sekdakab Sumenep Jadi Responden Sensus Ekonomi di RT 02 RW 04 Karangduak
Setelah 36 Tahun Berpisah, Alumni PGAN Sumenep Angkatan 1990 Lepas Rindu di Ponpes Miftahul Khair Bangkalan
PKH Sumenep Tahap I dan II Tuntas Disalurkan, Rp119,7 Miliar Masuk Rekening 76 Ribu Lebih KPM
Waspada El Nino di Madura, BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep Ajak Masyarakat Hemat Air dan Jaga Lingkungan
Kerapan Sapi Sumenep Jadi Momentum TNI Lestarikan Budaya Madura dan Perkuat Persatuan
DPC PKB Sumenep Bentuk Kepengurusan Baru, Kader Muda Dominan dan Perempuan Capai 40 Persen

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:07 WIB

Buka Bupati Sumenep Cup V, Staf Ahli Bupati Tegaskan Komitmen Cetak Pesilat Berprestasi Sejak Usia Pelajar

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:36 WIB

Bangun Karakter Generasi Muda, PPI Sumenep Gelar Kemah Kepemimpinan

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:11 WIB

Eks Sekdakab Sumenep Jadi Responden Sensus Ekonomi di RT 02 RW 04 Karangduak

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:46 WIB

Setelah 36 Tahun Berpisah, Alumni PGAN Sumenep Angkatan 1990 Lepas Rindu di Ponpes Miftahul Khair Bangkalan

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:05 WIB

PKH Sumenep Tahap I dan II Tuntas Disalurkan, Rp119,7 Miliar Masuk Rekening 76 Ribu Lebih KPM

Berita Terbaru