JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Tradisi kerapan sapi kembali menjadi magnet ribuan warga di Kabupaten Sumenep, Sabtu (4/7/2026). Sebanyak 48 pasangan sapi berlaga dalam lomba kerapan sapi yang digelar Kodim 0827/Sumenep sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya.
Ajang budaya bertema “Semakin Mantap dalam Pengabdian, Hadir untuk Negeri Bersama Rakyat Membangun Indonesia Maju” itu tidak sekadar menghadirkan hiburan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wujud komitmen TNI Angkatan Darat dalam melestarikan budaya khas Madura sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat.
Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, membuka langsung perlombaan yang berlangsung di Lapangan Giling, Sumenep. Menurutnya, kerapan sapi merupakan identitas budaya Madura yang memiliki nilai sejarah, kebersamaan, dan semangat persatuan sehingga perlu terus dijaga keberlangsungannya.
“Kerapan sapi bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan simbol kebanggaan masyarakat Madura. Melalui HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, kami ingin ikut menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujar Brigjen TNI Kohir.
Ia menegaskan, pengabdian TNI tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga kedaulatan negara. Kehadiran TNI di tengah masyarakat juga diwujudkan dengan mendukung pelestarian budaya yang menjadi identitas bangsa.
“Kami ingin Korem 084/Bhaskara Jaya semakin dekat dengan rakyat. Ketika TNI dan masyarakat bersama-sama menjaga budaya, maka akan lahir persatuan yang semakin kuat untuk membangun daerah dan Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada mengatakan tingginya antusiasme peserta dan masyarakat membuktikan bahwa kerapan sapi masih menjadi kebanggaan warga Madura hingga saat ini.
Menurutnya, Kodim 0827/Sumenep akan terus mendukung berbagai kegiatan budaya sebagai upaya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Kami berharap lomba ini bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong generasi muda untuk semakin mencintai dan melestarikan budaya kerapan sapi. TNI akan selalu hadir bersama masyarakat dalam menjaga warisan budaya Madura,” ujar Citra Persada.
Ratusan warga memadati arena perlombaan sejak pagi hingga sore hari. Sorak sorai penonton mengiringi setiap pasangan sapi yang berpacu di lintasan, menciptakan suasana meriah yang menjadi daya tarik tersendiri dalam peringatan HUT Korem 084/Bhaskara Jaya.
Momentum ini sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Di tengah perkembangan zaman, kerapan sapi tetap menjadi simbol kebanggaan, identitas, dan kekuatan budaya masyarakat Madura yang terus dijaga lintas generasi.
Selain menjadi agenda peringatan HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, perlombaan kerapan sapi juga diharapkan mampu meningkatkan sektor pariwisata budaya di Kabupaten Sumenep. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, tradisi khas Madura ini diyakini akan terus lestari sekaligus menjadi daya tarik yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.












