JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – SMA Negeri 1 Bluto kini menjadi sorotan berkat terobosan inovatif dalam pendidikan lingkungan melalui program “Gerakan PBLHS Berbasis Eco-Entrepreneurship: Implementasi Teknologi Plastic Crusher dan Augmented Reality (AR) untuk Ekonomi Sirkular”.
Program ini dilaksanakan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Wiraraja melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dari Kemdiktisaintek tahun anggaran 2025, dengan Nomor Kontrak 124/C3/DT.05.00/PM/2025.
Kegiatan ini menitikberatkan pada Sosialisasi Program Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) serta pengenalan konsep ekonomi sirkular kepada siswa-siswi SMAN 1 Bluto.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga praktik langsung bagaimana sampah plastik dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomis,” ujar Imam Rofiqi, Ketua Pelaksana, dengan nada penuh semangat.
Ia menambahkan melalui mesin plastic crusher yang kami perkenalkan, siswa bisa melihat sendiri proses transformasi sampah menjadi barang yang berguna.
“Ini bagian dari upaya membentuk kesadaran lingkungan yang mendalam sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini,” jelasnya
Lebih jauh, Very Andrianingsih, Anggota Pelaksana, menegaskan bahwa pembentukan kelompok eco-entrepreneurship menjadi kunci keberlanjutan program ini.
“Kelompok ini bukan sekadar wadah belajar, tapi laboratorium nyata bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi berbasis ekonomi sirkular. Kami berharap siswa dapat menjadi agen perubahan, membawa ide-ide wirausaha ramah lingkungan hingga ke masyarakat luas,” ujarnya sambil menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, universitas, dan masyarakat.
Sementara itu, Mohammad Firlie Pranata, Anggota Pelaksana, menambahkan bahwa penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) menjadi pendekatan pembelajaran modern yang interaktif.
“Dengan AR, konsep ekonomi sirkular tidak lagi abstrak. Siswa dapat memvisualisasikan alur pengelolaan sampah dari tahap awal hingga produk akhir. Ini memberikan pengalaman belajar yang nyata dan menyenangkan, sekaligus memicu minat mereka untuk berinovasi lebih jauh,” jelasnya panjang lebar.
Program ini menjadikan SMAN 1 Bluto bukan sekadar sekolah peduli lingkungan, tetapi juga sebagai pusat inovasi ekonomi sirkular. Harapannya, generasi muda akan tumbuh menjadi kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Inisiatif ini dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sumenep dan sekitarnya. (REDJAVA****)











