JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep membuka tahun 2026 dengan capaian impresif.
Dalam Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) atau Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) periode Januari 2026, Rutan Sumenep meraih nilai 97,72 dengan predikat “Sangat Baik”.
Tak hanya itu, pada Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK), nilainya bahkan menembus angka 98,11.
Pencapaian tersebut menjadi indikator kuat tingginya tingkat kepuasan masyarakat sekaligus cermin komitmen integritas yang dibangun seluruh jajaran petugas rutan.
Survei yang dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkala pelayanan publik ini mengukur sejumlah aspek krusial, mulai dari layanan administrasi, kunjungan warga binaan, pembinaan, hingga keterbukaan informasi. Hasilnya, publik memberikan penilaian hampir sempurna.
Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menyebut capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan hasil nyata dari konsistensi perbaikan layanan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, nilai ini adalah buah dari kerja kolektif seluruh jajaran. Kami terus berupaya memastikan setiap layanan berjalan profesional, transparan, dan akuntabel. Kepuasan masyarakat adalah parameter utama bagi kami,” ujar Aditya kepada media, Kamis (12/02/2026).
Menurutnya, menjaga kualitas layanan di lingkungan pemasyarakatan bukan perkara sederhana. Dibutuhkan komitmen kuat, pengawasan internal yang ketat, serta budaya kerja yang berorientasi pada integritas.
Aditya menegaskan, tingginya nilai SPAK menjadi bukti bahwa semangat anti-korupsi tidak hanya menjadi slogan, tetapi telah terimplementasi dalam praktik pelayanan sehari-hari.
“Nilai SPAK 98,11 ini menjadi pengingat bagi kami untuk tidak lengah. Integritas adalah fondasi. Tanpa itu, pelayanan prima tidak akan pernah terwujud. Karena itu, kami terus memperkuat budaya kerja bersih dan melayani,” tegasnya.
Lebih lanjut, dirinya menambahkan, capaian ini sekaligus menjadi energi baru bagi Rutan Sumenep dalam mendorong pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Ke depan, Rutan Sumenep berkomitmen menghadirkan inovasi-inovasi pelayanan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Targetnya jelas mempertahankan kepercayaan publik sekaligus memastikan setiap proses layanan di dalam rutan berjalan cepat, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan,” pungkasnya. (REDJAVA/$$$)












