Slopeng Memanggil: Ketupat, Pasir Putih, dan Pesta Budaya yang Membakar Semangat Madura

- Redaksi

Senin, 7 April 2025 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo & Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep Nia Kurnia Fauzi di Acara Festival Ketupat 2025 di Pantai Slopeng, Senin (07/04/2025)

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo & Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep Nia Kurnia Fauzi di Acara Festival Ketupat 2025 di Pantai Slopeng, Senin (07/04/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di ujung utara Madura, angin laut kembali membawa kabar bahagia. Pantai Slopeng, permata alam di Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, menjelma menjadi panggung akbar kebudayaan saat perayaan Lebaran Ketupat tahun ini.

Tidak sekadar tempat piknik, Slopeng kini bicara lebih lantang: tentang identitas, kebersamaan, dan semangat baru pariwisata berbasis budaya.

Tahun ini, tak tanggung-tanggung, sebuah event perdana bertajuk Festival Ketupat digelar di bibir pantai yang luasnya seperti tak berujung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketupat yang biasanya hanya hadir sebagai hidangan khas Idulfitri, kini naik pangkat menjadi ikon budaya dalam kemasan kompetisi, kreativitas, dan kebersamaan.

“Kami ingin menjadikan Slopeng lebih dari sekadar tujuan wisata. Ini tentang kebanggaan budaya, tentang bagaimana masyarakat Madura menyambut tamu dengan cara yang tak terlupakan,” ujar Hendri Yudi Iswanto, Ketua Pokdarwis Pantura Community saat dikonfirmasi media,(7/4/2025).

Hendri tak sekadar bermimpi. Bersama komunitas lokal dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, ia menargetkan lebih dari 10 ribu wisatawan hadir dalam pesta rakyat ini.

Baca Juga :  Inovasi Jemput Bola Disdukcapil Sumenep, KTP-EL Hadir Sampai Ke Pelosok Desa

Angka yang bukan hanya optimistis, tapi juga mencerminkan magnet kuat Slopeng sebagai ruang ekspresi budaya yang hidup.

Dalam Festival Ketupat, ratusan ketupat tampil tidak biasa. Ada yang dihias menyerupai burung merak, ada pula yang dibungkus dengan anyaman khas desa-desa pesisir.

Baca Juga :  Drama Penggerebekan Dini Hari: Tiga Pengedar Sabu Ditangkap di Desa Jaddung

Kreativitas warga menjadi tontonan sekaligus pelajaran: bahwa budaya bisa berkembang tanpa kehilangan akar.

Tak hanya itu, berbagai pertunjukan seni, bazar UMKM, hingga permainan tradisional turut menghidupkan suasana.

Slopeng menjelma seperti halaman besar dari buku sejarah yang terbuka, mengajak setiap pengunjung membaca kembali siapa mereka dan dari mana mereka berasal.

Baca Juga :  Kapolri : Kalau Ada Polisi Langgar Komitmen Pemilu, Laporkan Dengan Bukti

Di tengah gemuruh debur ombak dan langkah kaki ribuan pengunjung, Slopeng hari ini bukan hanya sebuah pantai.

Ia adalah ruang sakral yang merayakan hidup, menyatukan generasi, dan membakar semangat baru Sumenep untuk tampil di panggung nasional sebagai daerah yang kaya, bukan hanya akan alam, tapi juga jiwa budayanya.

“Kami ingin para wisatawan pulang membawa cerita. Bukan hanya tentang pasir putih atau foto-foto indah, tapi tentang rasa: rasa kagum, haru, dan rindu untuk kembali,” tandas Hendri. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bukan Sekadar Trofi, Plt Kadisperkimhub Sumenep Sebut Makna di Balik Juara Turnamen Voli
Lomba Dayung Sampan Meriahkan Hari Jadi Sumenep ke-757, Bupati Fauzi: Warisan Budaya Adalah Jiwa Daerah
Polantas Menyapa di Sumenep, Polisi Ajak Warga Jadikan Keselamatan sebagai Budaya di Jalan
Rakorcab PDI Perjuangan Sumenep Jadi Momentum Panaskan Mesin Partai
Cabe Jamu Sumenep Dibidik Tembus Pasar Dunia, Kemensos Berdayakan 220 KPM Jadi Petani Mandiri
Semarak Sape Sonok 2026 di Sumenep, Staf Ahli Bupati Bicara Budaya hingga Ekonomi Lokal
Polisi Sumenep Sikat Peredaran Miras, 17 Botol Arak Bali Diamankan
Gerak Cepat Prajurit Yonif TP 931/KJ Padamkan Kebakaran Lahan di Kebunan

BERITA TERKAIT

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:06 WIB

Bukan Sekadar Trofi, Plt Kadisperkimhub Sumenep Sebut Makna di Balik Juara Turnamen Voli

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Lomba Dayung Sampan Meriahkan Hari Jadi Sumenep ke-757, Bupati Fauzi: Warisan Budaya Adalah Jiwa Daerah

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Polantas Menyapa di Sumenep, Polisi Ajak Warga Jadikan Keselamatan sebagai Budaya di Jalan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Rakorcab PDI Perjuangan Sumenep Jadi Momentum Panaskan Mesin Partai

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:41 WIB

Cabe Jamu Sumenep Dibidik Tembus Pasar Dunia, Kemensos Berdayakan 220 KPM Jadi Petani Mandiri

BERITA TERBARU