JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Tak ada lagi alasan bagi warga untuk tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumenep meluncurkan terobosan spektakuler dengan layanan jemput bola yang menjangkau hingga pelosok desa, pondok pesantren, hingga kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Kepala Dinas Disdukcapil Kabupaten Sumenep melalui Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Wahasa, menjelaskan bahwa pihaknya menerjunkan petugas khusus dengan berbagai metode jemput bola.
“Kami tidak menunggu masyarakat datang ke kantor, melainkan kami yang turun langsung. Ada yang menggunakan sepeda motor, mobil khusus, hingga masuk ke sekolah-sekolah dan pesantren,” kata Wahasa, Jumat (31/1/2025).
Program pertama, Karemator (Karep Aladini Rekam Nompak Motor), menyasar kelompok rentan seperti disabilitas, lansia, dan ODGJ. Petugas datang langsung ke rumah mereka menggunakan sepeda motor lengkap dengan perangkat perekaman KTP-el.
Selanjutnya, Kangmas Setia (Kami Datang Masyarakat Tersenyum Bahagia) beroperasi di desa-desa yang tingkat kepemilikan dokumen kependudukannya masih rendah.
“Selain itu, Mobil khusus Disdukcapil menyambangi berbagai daerah guna memastikan semua warga memiliki identitas resmi,” jelasnya.
Sementara itu, Dermakamila (Demi Santri, Murid, dan Mahasiswa Kami Melakukan Jemput Bola) menyasar lembaga pendidikan.
“Dengan cara ini, santri, pelajar, dan mahasiswa bisa melakukan perekaman KTP-el tanpa harus meninggalkan kegiatan belajar mereka,” ungkap Wahasa.
Meski layanan ini memberikan kemudahan maksimal, Wahasa mengungkapkan bahwa masih ada kendala di lapangan.
“Terkadang saat kami datang ke desa, masyarakat masih sibuk dengan aktivitasnya dan menunda perekaman. Padahal, KTP-el ini sangat penting untuk berbagai urusan, mulai dari perbankan hingga penyaluran bantuan sosial,” tegasnya.
Ia pun mengimbau seluruh warga agar memanfaatkan layanan ini sebaik mungkin.
“Kami sudah permudah aksesnya, sekarang giliran masyarakat untuk lebih proaktif,” tandasnya.
Terobosan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan cakupan kepemilikan KTP-el di Sumenep, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memberikan pelayanan publik yang maksimal. (REDJAVA****)










