JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah duka yang menyelimuti dua keluarga di wilayah kepulauan, tangan-tangan kepedulian hadir tanpa banyak sorot.
BAZNAS Sumenep kembali menunjukkan perannya, memulangkan dua jenazah warga yang meninggal di perantauan sebuah ikhtiar sunyi yang menghangatkan harapan di saat kehilangan.
Dalam satu hari, lembaga tersebut bergerak cepat. Jenazah almarhum Sutama, warga Desa Sepanjang, Kecamatan Sapeken, dipulangkan dari Bali ke kampung halaman.
Di waktu yang hampir bersamaan, jenazah almarhum Sulham, warga Kecamatan Masalembu, juga difasilitasi kepulangannya agar bisa disemayamkan di tengah keluarga tercinta.
Perjalanan panjang lintas pulau yang tak mudah itu akhirnya terbayar dengan satu hal sederhana namun sangat berarti: keluarga bisa mengantar kepergian orang terkasih dengan layak.
Perwakilan BAZNAS Sumenep menyampaikan, apa yang dilakukan pihaknya bukan sekadar bantuan teknis, melainkan bentuk empati mendalam kepada warga yang sedang berduka.
“Kami memahami betul betapa beratnya situasi yang dihadapi keluarga ketika kehilangan anggota tercinta, apalagi jika harus memikirkan proses pemulangan jenazah dari luar daerah. Di situlah kami berupaya hadir, meringankan beban itu,” ujarnya, Minggu (26/04/2026)
Ia menambahkan, kondisi geografis Sumenep yang didominasi wilayah kepulauan sering kali membuat proses seperti ini menjadi lebih kompleks dan membutuhkan perhatian khusus.
“Bagi kami, ini bukan sekadar tugas, tetapi panggilan kemanusiaan. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga, di mana pun berada, tetap memiliki jalan untuk kembali ke tanah kelahirannya dengan penghormatan yang layak,” tambahnya.
Tak hanya memfasilitasi pemulangan jenazah, BAZNAS Sumenep juga menyerahkan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Bantuan itu diharapkan dapat sedikit menguatkan mereka, di tengah duka yang belum sempat reda.
Di balik kabar duka, terselip kisah tentang kepedulian yang bekerja dalam diam.
Bahwa di saat paling sunyi sekalipun, masih ada yang mengetuk pintu, membawa harapan, dan memastikan bahwa tak ada yang benar-benar sendiri dalam menghadapi kehilangan. (REDJAVA****)













