JAVANETWORK. CO.ID.SUMENEP – Suasana berbeda tampak di lahan pertanian Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep pada Kamis (11/9/2025).
Derai senyum dan semangat terpancar dari wajah warga binaan yang tengah bergotong royong memanen padi.
Dari hasil kerja keras itu, terkumpul 5,3 ton gabah sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga sarat makna.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program pertanian ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang dijalankan Rutan Sumenep.
Seluruh proses mulai dari pengolahan tanah, penanaman, hingga panen dilakukan langsung oleh warga binaan.
Sebelum terjun, mereka terlebih dahulu mendapat pelatihan dasar pertanian agar benar-benar memahami teknik yang tepat.
Dengan demikian, ilmu yang diperoleh bisa menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke masyarakat.
Kepala Rutan Sumenep, Heri Sutriadi, menyampaikan bahwa keberhasilan panen kali ini menjadi bukti bahwa pembinaan bukan hanya teori, melainkan benar-benar memberi dampak nyata.
“Alhamdulillah, hasil panen kali ini cukup memuaskan. Ini menunjukkan bahwa warga binaan mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat jika diberi kesempatan dan dibimbing dengan baik,” kata Heri dalam keterangan tertulis, Jum’at (12/09/2025)
Lebih jauh, Heri menekankan bahwa kegiatan pertanian ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari misi besar Rutan Sumenep dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan ini sejalan dengan salah satu dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bapak Agus Andrianto, khususnya di bidang ketahanan pangan,” imbuhnya.
Rutan Sumenep berkomitmen untuk terus mengembangkan program serupa agar lebih produktif dan bermanfaat.
Tidak hanya menumbuhkan keterampilan, tetapi juga menanamkan rasa percaya diri serta harapan baru bagi warga binaan untuk bisa mandiri setelah bebas nanti.
“Kami percaya, pembinaan yang berbasis kemandirian seperti ini akan membuka jalan bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan lebih siap, lebih terampil, dan lebih bermanfaat. Pada akhirnya, mereka bisa menjadi bagian dari solusi, bukan masalah,” pungkasnya. (REDJAVA****)









