Ribuan Pengunjung Serbu Lombang, Pemuda Lokal Jadi Motor Penggerak Wisata Ketupatan

Senin, 7 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan Pengunjung Serbu Lombang, Pemuda Lokal Jadi Motor Penggerak Wisata Ketupatan

Ribuan Pengunjung Serbu Lombang, Pemuda Lokal Jadi Motor Penggerak Wisata Ketupatan

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Keindahan Pantai Lombang di Kecamatan Batang-Batang kembali menjadi magnet wisatawan saat libur panjang momen Ketupatan, Ahad hingga Senin, 6–7 April 2025. Meski tanpa agenda resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, ribuan pengunjung tetap memadati pantai sejak malam menjelang Ahad hingga Senin malam.

Sejak Sabtu malam, gelombang pengunjung mulai berdatangan. Berdasarkan pantauan media ini, arus kedatangan tampak padat dari sisi barat panggung hiburan hingga ke area kemah para pemuda lokal, membentang lebih dari 250 meter di sepanjang bibir pantai.

Di sepanjang area tersebut, atmosfer begitu hidup. Lampu warna-warni menerangi tenda-tenda pemuda yang menghadirkan pertunjukan seni, alunan musik santai, hingga beragam hiburan kreatif. Semua itu menyatu menciptakan suasana malam yang hangat dan meriah.

Memasuki Senin pagi sekitar pukul 07.45 WIB, jumlah pengunjung kian meningkat. Wisatawan dari berbagai daerah di Madura dan sekitarnya terus berdatangan, menjadikan Pantai Lombang semakin padat. Hingga Senin malam pukul 19.26 WIB, kepadatan pengunjung masih terasa di sepanjang garis pantai, yang membentang sejauh 2,5 kilometer dari timur ke barat.

Baca Juga :  Silaturahmi Kesbangpol Sampang Ke Sekretariat Lsm Libas 88 Dalam Rangka Pengesahan

Tradisi Ketupatan yang berlangsung setiap tahun usai Idulfitri kembali terasa hangat di Lombang. Pengunjung datang membawa ketupat dan aneka hidangan khas, lalu berkumpul santai di bawah rindangnya cemara udang sambil menikmati semilir angin pantai. Suasana akrab dan damai pun tercipta secara alami.

Daya tarik utama datang dari aktivitas para pemuda lokal. Tenda-tenda mereka bukan hanya menjadi tempat berkemah, tetapi juga ruang ekspresi seni dan budaya. Pertunjukan musik dan hiburan kecil yang mereka suguhkan sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata.

Salah seorang pengunjung, yang enggan disebutkan namanya, mengaku selalu memilih Pantai Lombang setiap tahun. Baginya, atmosfer yang dihadirkan Lombang sangat khas dan sulit ditemukan di destinasi wisata lain.

“Kurang tahu saya, Mas, apa rahasianya. Tapi setiap tahun selalu ramai. Bahkan tanpa acara pemerintah pun tetap jadi tujuan utama,” ujarnya sambil tersenyum kagum melihat lautan manusia di sepanjang pantai, Senin (07/04/2025).

Sementara itu, Wirdan, salah satu pemuda penggerak kegiatan, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga eksistensi wisata Pantai Lombang. Menurutnya, momen Ketupatan adalah waktu istimewa yang selalu ditunggu, dan menjadi ajang unjuk kreativitas pemuda.

“Banyak teman-teman yang rela menyumbangkan tenaga, waktu, bahkan dana pribadi. Semua demi menyambut para pengunjung dengan suasana yang hangat dan menyenangkan,” ujar Wirdan.

Tak sedikit kelompok pemuda yang menyewa peralatan hiburan seperti sound system dengan biaya mencapai puluhan juta rupiah. Semua dilakukan secara mandiri, tanpa berharap imbalan.

Baca Juga :  Ketua DPD LIN Soroti Perilaku Pejabat Publik Sultra Yang Hambur- Hambur Uang Diacara HUT Kabupaten Buton Utara

Ia pun berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, mulai memberi perhatian lebih. Menurutnya, dukungan dan apresiasi terhadap inisiatif pemuda sangat dibutuhkan.

“Misalnya dengan mengadakan lomba tenda kreatif antar kelompok atau memberi penghargaan tahunan. Itu bisa jadi motivasi luar biasa,” imbuhnya.

Wirdan mengingatkan bahwa keberlanjutan pariwisata tidak bisa dipisahkan dari peran aktif pemuda. Jika semangat ini padam, maka dikhawatirkan Pantai Lombang akan kehilangan daya tarik khasnya.

“Pemuda adalah roh wisata Lombang. Tanpa mereka, atmosfer yang unik ini bisa saja menghilang. Dan dampaknya akan terasa langsung pada turunnya kunjungan wisatawan hingga PAD,” tegasnya.

Pantai Lombang memang dianugerahi pesona alam yang memikat: garis pantai yang luas, ombak tenang, dan pohon cemara udang yang ikonik. Namun kekuatan sejatinya terletak pada semangat komunitas yang terus menghidupkan tempat ini.

Baca Juga :  Anggaran Dipangkas, Infrastruktur Kepulauan Terancam: DPRD Sumenep Minta Evaluasi Total

Tradisi Ketupatan tahun ini kembali membuktikan bahwa wisata berbasis komunitas mampu menciptakan pengalaman unik dan berkesan. Di Lombang, wisatawan tak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga merasakan kehangatan interaksi sosial.

Suasana kekeluargaan terlihat jelas: para pengunjung duduk bersama di pasir, berbagi makanan, bernyanyi, dan saling menyapa. Semuanya menciptakan pengalaman yang membekas dalam ingatan.

Wirdan berharap, kolaborasi antara pemuda, masyarakat, dan pemerintah bisa semakin kuat ke depan. Jika hal ini terjaga, bukan tidak mungkin Pantai Lombang akan berkembang menjadi destinasi wisata unggulan tingkat nasional. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Sidang Korupsi BSPS Sumenep Masuki Fase Krusial, Ahli Akan Uji Fakta yang Terungkap di Persidangan
Kadis Pendidikan Sumenep: Pendidikan Maju Dimulai dari Guru dan Kepala Sekolah yang Kompak
Rapat Evaluasi Triwulan II 2026, Kemenag Sumenep Pacu Percepatan Kinerja dan Realisasi Anggaran
Pengamanan Humanis Polres Sumenep Warnai Aksi ASPIRASI di Pengadilan Negeri Sumenep
Polres Sumenep Kawal Eksekusi Objek Lelang di Jalan Dr. Cipto, Situasi Kondusif dan Humanis
Kemenag dan BNNK Sumenep Bersinergi Bentengi Generasi Muda dari Ancaman Narkoba
Bupati Fauzi Apresiasi Lomba Pidato Bung Karno IWO Sumenep, Jadi Sarana Pendidikan Karakter Bangsa
PCNU Sumenep Berduka, KH Moh. Sa’id Abdullah Wafat, KH Widadi Rahim: Mautul Alim, Kehilangan Besar bagi Umat

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:30 WIB

Sidang Korupsi BSPS Sumenep Masuki Fase Krusial, Ahli Akan Uji Fakta yang Terungkap di Persidangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:12 WIB

Kadis Pendidikan Sumenep: Pendidikan Maju Dimulai dari Guru dan Kepala Sekolah yang Kompak

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:56 WIB

Rapat Evaluasi Triwulan II 2026, Kemenag Sumenep Pacu Percepatan Kinerja dan Realisasi Anggaran

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:46 WIB

Pengamanan Humanis Polres Sumenep Warnai Aksi ASPIRASI di Pengadilan Negeri Sumenep

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:49 WIB

Polres Sumenep Kawal Eksekusi Objek Lelang di Jalan Dr. Cipto, Situasi Kondusif dan Humanis

Berita Terbaru