JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat Kabupaten Sumenep.
Pengasuh Pondok Pesantren Mathali’ul Anwar Pangarangan, KH Moh. Sa’id Abdullah, dikabarkan wafat dan meninggalkan duka mendalam bagi para santri, alumni, serta masyarakat yang selama ini mengenal kiprah dan pengabdiannya dalam dunia pendidikan dan dakwah Islam.
Kepergian ulama kharismatik tersebut tidak hanya dirasakan oleh keluarga besar pondok pesantren, tetapi juga oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep yang selama ini menilai almarhum sebagai sosok panutan yang istiqamah mengabdikan hidupnya untuk umat.
Ketua PCNU Sumenep, KH Widadi Rahim, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya KH Moh. Sa’id Abdullah.
Menurutnya, kepergian seorang ulama bukan sekadar kehilangan figur, melainkan kehilangan sumber ilmu dan teladan yang selama ini menjadi penerang kehidupan masyarakat.
“Kami segenap jajaran PCNU Sumenep turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya KH Moh. Sa’id Abdullah. Beliau adalah sosok alim yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat. Kepergian beliau tentu menjadi kehilangan besar bagi kita semua,” kata KH Widadi Rahim kepada media ini, Rabu (10/06/2026).
KH Widadi menegaskan, dalam tradisi keilmuan Islam dikenal sebuah ungkapan yang menggambarkan besarnya kehilangan ketika seorang ulama wafat, yakni mautul alim, mautul alam.
Menurutnya, ungkapan tersebut mengandung makna mendalam bahwa wafatnya seorang alim merupakan berkurangnya cahaya ilmu yang selama ini menerangi kehidupan umat dan masyarakat.
“Mautul alim, mautul alam. Wafatnya seorang tokoh alim ulama merupakan tanda hilangnya cahaya ilmu yang selama ini menjadi penuntun umat. Karena itu, wafatnya beliau bukan hanya duka bagi keluarga dan santri, tetapi juga menjadi kehilangan bagi masyarakat luas yang selama ini mendapatkan manfaat dari ilmu, nasihat, dan keteladanan beliau,” tuturnya.
Selama hidupnya, KH Moh. Sa’id Abdullah dikenal sebagai ulama yang konsisten mengembangkan pendidikan pesantren serta membimbing generasi muda melalui Pondok Pesantren Mathali’ul Anwar Pangarangan.
Dedikasi dan pengabdiannya telah melahirkan banyak santri yang kini berkiprah di berbagai bidang kehidupan sosial dan keagamaan.
“Atas nama keluarga besar Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumenep, KH Widadi Rahim turut mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya,” imbuh KH. Widadi Rahim.
Kepergian KH Moh. Sa’id Abdullah menjadi pengingat bahwa ulama merupakan pewaris para nabi yang memiliki peran besar dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemaslahatan umat. Warisan ilmu, dakwah, serta keteladanan yang ditinggalkannya diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
“Al-Fatihah untuk KH Moh. Sa’id Abdullah. Semoga husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tutupnya. (REDJAVA****)










