PCNU Sumenep Berduka, KH Moh. Sa’id Abdullah Wafat, KH Widadi Rahim: Mautul Alim, Kehilangan Besar bagi Umat

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ucapan Bela Sungkawa Ketua PCNU Sumenep KH Widadi Rahim

Ucapan Bela Sungkawa Ketua PCNU Sumenep KH Widadi Rahim

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat Kabupaten Sumenep.

Pengasuh Pondok Pesantren Mathali’ul Anwar Pangarangan, KH Moh. Sa’id Abdullah, dikabarkan wafat dan meninggalkan duka mendalam bagi para santri, alumni, serta masyarakat yang selama ini mengenal kiprah dan pengabdiannya dalam dunia pendidikan dan dakwah Islam.

Kepergian ulama kharismatik tersebut tidak hanya dirasakan oleh keluarga besar pondok pesantren, tetapi juga oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep yang selama ini menilai almarhum sebagai sosok panutan yang istiqamah mengabdikan hidupnya untuk umat.

Ketua PCNU Sumenep, KH Widadi Rahim, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya KH Moh. Sa’id Abdullah.

Baca Juga :  Mabes Polri Paparkan Pengamanan dan Penanganan Bencana 91 Command Center Bali Ke Mrs Amina J Mohhamed Deputi Sekjen PBB

Menurutnya, kepergian seorang ulama bukan sekadar kehilangan figur, melainkan kehilangan sumber ilmu dan teladan yang selama ini menjadi penerang kehidupan masyarakat.

“Kami segenap jajaran PCNU Sumenep turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya KH Moh. Sa’id Abdullah. Beliau adalah sosok alim yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat. Kepergian beliau tentu menjadi kehilangan besar bagi kita semua,” kata KH Widadi Rahim kepada media ini, Rabu (10/06/2026).

KH Widadi menegaskan, dalam tradisi keilmuan Islam dikenal sebuah ungkapan yang menggambarkan besarnya kehilangan ketika seorang ulama wafat, yakni mautul alim, mautul alam.

Menurutnya, ungkapan tersebut mengandung makna mendalam bahwa wafatnya seorang alim merupakan berkurangnya cahaya ilmu yang selama ini menerangi kehidupan umat dan masyarakat.

“Mautul alim, mautul alam. Wafatnya seorang tokoh alim ulama merupakan tanda hilangnya cahaya ilmu yang selama ini menjadi penuntun umat. Karena itu, wafatnya beliau bukan hanya duka bagi keluarga dan santri, tetapi juga menjadi kehilangan bagi masyarakat luas yang selama ini mendapatkan manfaat dari ilmu, nasihat, dan keteladanan beliau,” tuturnya.

Selama hidupnya, KH Moh. Sa’id Abdullah dikenal sebagai ulama yang konsisten mengembangkan pendidikan pesantren serta membimbing generasi muda melalui Pondok Pesantren Mathali’ul Anwar Pangarangan.

Baca Juga :  BNNK Sumenep Dorong Ketahanan Keluarga melalui Pelatihan Lifeskill Tata Boga

Dedikasi dan pengabdiannya telah melahirkan banyak santri yang kini berkiprah di berbagai bidang kehidupan sosial dan keagamaan.

“Atas nama keluarga besar Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumenep, KH Widadi Rahim turut mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya,” imbuh KH. Widadi Rahim.

Kepergian KH Moh. Sa’id Abdullah menjadi pengingat bahwa ulama merupakan pewaris para nabi yang memiliki peran besar dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemaslahatan umat. Warisan ilmu, dakwah, serta keteladanan yang ditinggalkannya diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

“Al-Fatihah untuk KH Moh. Sa’id Abdullah. Semoga husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tutupnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru