JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam kurun waktu satu hari, petugas pemadam kebakaran Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan kesiapsiagaan tinggi dalam menangani berbagai laporan kedaruratan yang masuk melalui layanan SiLaPor 112, Sabtu (18/4/2026).
Tercatat, tiga laporan evakuasi sarang tawon dan satu kejadian kebakaran lahan berhasil direspons dalam waktu berdekatan di sejumlah titik wilayah Kecamatan Kota Sumenep, Saronggi, dan Dasuk.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik lantaran sebagian besar laporan berkaitan dengan keberadaan sarang tawon vespa berukuran besar yang berpotensi membahayakan keselamatan warga, termasuk di area permukiman padat dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Analis kebakaran, Dodi Agus Pratama, S.Sos., M.A.P., menegaskan bahwa fenomena meningkatnya laporan sarang tawon dalam beberapa waktu terakhir perlu menjadi perhatian serius masyarakat.
“Kasus sarang tawon seperti ini tidak boleh dianggap sepele, karena tingkat agresivitas tawon vespa sangat tinggi dan dapat mengancam keselamatan jiwa jika tidak ditangani secara profesional,” kata Dodi Agus Pratama, Sabtu (18/04/2026).
Tiga Titik Evakuasi Sarang Tawon
Laporan pertama datang dari Perumahan Grand Symphony, Blok Cendana, Desa Paberasan, Kecamatan Kota Sumenep, sekitar pukul 10.29 WIB. Warga melaporkan keberadaan sarang tawon di teras rumah yang mengganggu aktivitas penghuni.
“Sementara itu, laporan kedua berasal dari Desa Tanah Merah, Kecamatan Saronggi, dengan lokasi sarang tawon vespa berada di pohon belakang rumah warga, tidak jauh dari area SPBE Pertamina LPG,” ujarnya.
Adapun laporan ketiga terjadi di lingkungan Puskesmas Dasuk, Desa Kerta Barat, Kecamatan Dasuk. Sarang tawon berukuran besar ditemukan di sekitar area fasilitas kesehatan sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pasien dan tenaga medis.
“Penanganan sarang tawon harus dilakukan dengan standar keselamatan tinggi. Tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena risikonya sangat besar, baik bagi warga maupun petugas di lapangan,” tegas Dodi.
Kebakaran Lahan di Kacongan
Selain evakuasi hewan liar, petugas juga menerima laporan kebakaran lahan di Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep, tepatnya di belakang SMA PGRI Sumenep, sekitar pukul 17.22 WIB.

Api dilaporkan mulai membakar area lahan kosong dan sempat dikhawatirkan akan merambat ke permukiman warga di sekitarnya. Beruntung, laporan cepat warga memungkinkan petugas segera melakukan penanganan awal.
“Kebakaran lahan seperti ini umumnya dipicu oleh kondisi kering dan aktivitas manusia. Respons cepat dari masyarakat sangat menentukan agar api tidak meluas,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Dodi menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar, baik dari hewan liar maupun potensi kebakaran lahan.
“Kesadaran pelaporan dini melalui layanan 112 adalah kunci utama dalam pencegahan bencana kecil berkembang menjadi besar,” pungkas Dodi
Sementara itu, petugas Damkar Sumenep memastikan seluruh laporan telah ditindaklanjuti sesuai prosedur, dengan mengedepankan keselamatan warga dan tim di lapangan. (REDJAVA****)













