JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Denyut kesiapsiagaan prajurit terasa sejak fajar menyingsing. Ratusan personel Kodim 0827/Sumenep menjalani Tes Kesemaptaan Jasmani (Garjas) Periodik I Tahun Anggaran 2026, Senin (4/5/2026), dalam sebuah agenda yang tak sekadar rutinitas, melainkan tolok ukur ketangguhan fisik dan mental prajurit di lapangan.
Sebanyak 292 personel tercatat hadir. Namun hanya 260 prajurit yang benar-benar turun ke lintasan dan arena uji. Sisanya, 32 personel, harus menepi setelah dinyatakan belum memenuhi syarat kesehatan dalam pemeriksaan awal sebuah keputusan tegas demi keselamatan.
Langit pagi di Stadion A. Yani Pangligur menjadi saksi dimulainya ujian fisik yang berlangsung sejak pukul 05.45 WIB. Napas berpacu dengan waktu dalam Garjas A, lari 12 menit yang menguji daya tahan, disiplin, sekaligus determinasi prajurit.
Memasuki tahapan berikutnya, Garjas B menuntut kekuatan dan kelincahan melalui rangkaian pull up, sit up, push up, hingga shuttle run kombinasi latihan yang menguras energi sekaligus mengukur standar kebugaran secara menyeluruh.

Tak berhenti di darat, ujian berlanjut ke air. Di Kolam Renang Mutiara Tirta, para prajurit menghadapi tes renang dasar sejauh 50 meter. Setiap gerakan menjadi simbol kesiapan menghadapi berbagai medan tugas, dari daratan hingga perairan.
Seluruh rangkaian kegiatan berada di bawah pengawasan tim penilai dari Jasrem 084/Bhaskara Jaya yang memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar dan prosedur.
Dandim 0827/Sumenep melalui Pasipers Kapten Inf Mendung Melas Hari Sudarsono menegaskan bahwa Garjas bukan sekadar tes fisik, melainkan fondasi utama dalam menjaga profesionalitas prajurit.
“Pembinaan fisik merupakan fondasi utama dalam menunjang pelaksanaan tugas kewilayahan yang menuntut kesiapsiagaan setiap saat,” kata Pasipers Kapten Inf Mendung Melas Hari Sudarsono, disela-sela kegiatan.
Ia juga menekankan bahwa faktor keamanan menjadi prioritas mutlak. Tidak ada kompromi terhadap kondisi kesehatan prajurit.
“Setiap personel wajib melalui pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti tes. Ini langkah penting untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan sesuai kondisi masing-masing individu,” jelasnya.
Menurutnya, keputusan tidak mengikutsertakan personel yang belum memenuhi syarat kesehatan adalah bentuk tanggung jawab, bukan sekadar prosedur administratif.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Keselamatan prajurit adalah prioritas,” pungkasnya.
Hasil Garjas ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi strategis bagi satuan dalam meningkatkan kualitas pembinaan fisik prajurit ke depan sebuah investasi jangka panjang dalam menjaga kesiapan pertahanan wilayah.
Sepanjang pelaksanaan, kegiatan berlangsung tertib, aman, dan tanpa insiden menonjol.
Namun lebih dari itu, Garjas 2026 menjadi cermin: bahwa di balik seragam loreng, ada disiplin, ada ketahanan, dan ada komitmen tanpa henti untuk selalu siap kapan pun negara memanggil. (REDJAVA****)














