JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep Achmad Laili Maulidi memimpin apel gabungan perdana di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jalan dr. Cipto Mangunkusumo, Sumenep, Senin (23/02/2026).
Apel tersebut merupakan agenda rutin setiap hari Senin yang dilaksanakan Pemkab Sumenep sebagai sarana konsolidasi dan penguatan disiplin aparatur.
Kegiatan ini dihadiri Plt Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab), para asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat eselon III dan IV, pejabat fungsional, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumenep.
Dalam arahannya, Achmad Laili Maulidi menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan mengingat Januari hingga Februari merupakan puncak musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan air, hingga pohon tumbang.
“Memasuki puncak musim penghujan, kita semua harus meningkatkan kewaspadaan. Saya mengimbau seluruh ASN di lingkungan Pemkab Sumenep agar menjadi motor atau pionir dalam menjaga kebersihan lingkungan,” tegasnya di hadapan peserta apel.
Menurutnya, langkah pencegahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, namun berdampak besar jika dilakukan secara kolektif. Ia meminta ASN tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga memberi contoh nyata di tengah masyarakat.
“Buanglah sampah pada tempatnya, bersihkan drainase atau saluran air agar tidak tersumbat, periksa atap rumah khawatir ada yang rapuh serta pangkas pohon-pohon yang tinggi dan rawan tumbang. Langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah risiko bencana,” ujarnya.
Laili menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana bukan semata tanggung jawab BPBD, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
“Kesiapsiagaan itu kunci. Jika kita disiplin menjaga lingkungan dan responsif terhadap potensi risiko, maka dampak bencana bisa kita minimalisir. Mari jadikan momentum Ramadhan ini sebagai penguat kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama,” pungkas Laili sapaan akrabnya.
Apel gabungan perdana di bulan suci Ramadhan ini tidak hanya menjadi simbol kedisiplinan aparatur, tetapi juga penegasan komitmen bersama untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat Sumenep di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. (REDJAVA****)












