PSP Diluncurkan di Sumenep: Jalan Baru Pesantren Mewujudkan Ruang Aman, Ramah, dan Penuh Kasih untuk Santri

- Redaksi

Senin, 5 Mei 2025 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PSP Diluncurkan di Sumenep: Jalan Baru Pesantren Mewujudkan Ruang Aman, Ramah, dan Penuh Kasih untuk Santri

PSP Diluncurkan di Sumenep: Jalan Baru Pesantren Mewujudkan Ruang Aman, Ramah, dan Penuh Kasih untuk Santri

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebuah angin segar berhembus dari dunia pendidikan pesantren di ujung timur Madura.

Kabupaten Sumenep, yang dikenal sebagai Kota Keris, kini menoreh sejarah baru melalui peluncuran program bertajuk Layanan PSP (Pesantren Sharing & Peduli).

Program ini resmi diperkenalkan pada Senin (5/5/2025) oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, bertempat di Aula Pondok Pesantren Assadad, Kecamatan Ambunten.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir dalam acara ini Kasi PD. Pontren, Zainurrosi, serta tuan rumah yang juga Pengasuh Pondok, KH. Muhammad Thaifur Aliwafa.

Layanan PSP hadir sebagai bentuk konkret kepedulian terhadap maraknya isu kekerasan, bullying, serta berbagai bentuk pelecehan di lingkungan pendidikan keagamaan.

Baca Juga :  Dugaan Penyelewengan Penyelenggaraan Haji di Sumenep, Polres Periksa Pelapor dan Saksi

Program ini tidak hanya mendorong penanganan, tetapi lebih dari itu: membangun ekosistem pesantren yang sehat, inklusif, dan penuh kasih.

“PSP bukan sekadar program administratif. Ia adalah komitmen moral kami menjaga pesantren tetap menjadi ruang suci yang menumbuhkan akhlak, bukan menyuburkan luka,” kata Abdul Wasid dalam sambutannya.

Dirancang dan diinisiasi oleh Seksi PD. Pontren Kemenag Sumenep, layanan ini telah mendapat restu penuh dari kepala Kemenag dan dikembangkan melalui kolaborasi strategis bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) serta Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Sumenep.

Baca Juga :  Gebrakan Inovatif: Wisata Religi & Pertanian Gapoktan Sumber Prima Lebeng Barat Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Melalui pendekatan terintegrasi antara nilai-nilai keagamaan dan pendampingan psikologis profesional, PSP membuka ruang konseling, edukasi, serta jalur pelaporan aman yang bisa diakses oleh para santri dan pengasuh.

“Budaya diam yang selama ini kerap menjadi tembok kekerasan, diubah menjadi budaya berbagi, peduli, dan saling menjaga,” tutupnya.

Sementara KH. Muhammad Thaifur Aliwafa, sebagai pengasuh Ponpes Assadad, menyambut hangat hadirnya layanan ini.

“PSP adalah bentuk cinta terhadap generasi kita. Santri tidak cukup hanya pintar, tapi juga harus merasa aman. Dan pesantren, harus menjadi rumah yang benar-benar rumah melindungi, bukan melukai,” ujarnya.

Dalam praktiknya, PSP akan melibatkan berbagai pelatihan, asesmen psikososial, hingga evaluasi rutin terhadap kualitas lingkungan asuh di pesantren.

Baca Juga :  Kapolres Sumenep Pimpin Rakor Internal Kesiapan Operasi Mantab Brata 2023-2024

Pelaksanaan program ini juga ditargetkan bisa direplikasi di berbagai lembaga keagamaan lain di Kabupaten Sumenep, bahkan di wilayah Madura dan Jawa Timur.

Langkah berani dan inovatif Kemenag Sumenep ini pun dinilai oleh berbagai kalangan sebagai wujud nyata dari transformasi pelayanan keagamaan yang tak hanya berorientasi pada doktrin, tetapi juga pada pemulihan jiwa dan martabat manusia.

Dengan PSP, Sumenep mengirim pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: pesantren bukan benteng yang membungkam, tapi taman yang memeluk dan merawat. (REDJAVA/Ss****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

KDKMP Sumenep Disorot, DPRD Pertanyakan Mekanisme Lelang, Kepala Desa Mengaku Tak Dilibatkan
Istighatsah Jadi Awal Semarak HUT ke-81 RI, Kemenag Sumenep Tegaskan Semangat Pengabdian untuk Indonesia
Korban Tenggelam di Giligenting Ditemukan, Polresta Sumenep Pastikan Penanganan Sesuai SOP
Pemkab Sumenep Perkuat Penanganan Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Lewat Posko Tanggap Darurat
Kemenag Sumenep Bersama BAZNAS, LAZISNU dan Mitra Bedah Rumah, Abdul Wasid: Zakat Harus Berdampak Nyata
Wabup Sumenep Pimpin Rakor Forkopimda, Salurkan Bantuan dan Pastikan Korban Kapal Terbakar Dilayani Maksimal
Ribuan Anak PAUD Bakal Semarakkan Gebyar PAUD Ceria 2026, Dinas Pendidikan Sumenep Perkuat Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini
Wabup Sumenep Sebut Lomba HUT ke-81 RI Perkuat Sinergi dan Semangat Kerja ASN

BERITA TERKAIT

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:56 WIB

KDKMP Sumenep Disorot, DPRD Pertanyakan Mekanisme Lelang, Kepala Desa Mengaku Tak Dilibatkan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Istighatsah Jadi Awal Semarak HUT ke-81 RI, Kemenag Sumenep Tegaskan Semangat Pengabdian untuk Indonesia

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Korban Tenggelam di Giligenting Ditemukan, Polresta Sumenep Pastikan Penanganan Sesuai SOP

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Penanganan Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Lewat Posko Tanggap Darurat

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Kemenag Sumenep Bersama BAZNAS, LAZISNU dan Mitra Bedah Rumah, Abdul Wasid: Zakat Harus Berdampak Nyata

BERITA TERBARU