JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebuah langkah strategis penuh visi kembali diukir di Kota Keris. Upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mendorong efisiensi energi dan transparansi tata kelola penerangan jalan umum (PJU) mencapai babak baru.
Koordinasi intensif dan survei lapangan dilakukan oleh Tim Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep bersama PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sumenep dalam rangka percepatan program metering PJU di wilayah perkotaan hingga pelosok.
Dalam suasana yang penuh semangat kolaboratif, pertemuan teknis antara kedua institusi berlangsung hangat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim Dishub yang dipimpin langsung oleh Kabid Prasarana, duduk bersama Kepala ULP PLN Sumenep, Pangky Yonkynata Ardiyansyah, untuk memetakan langkah-langkah lapangan yang konkret dalam pengukuran dan pemetaan titik-titik PJU yang akan dimeterisasi.

“Kami menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari transformasi layanan publik berbasis data dan transparansi. Meterisasi PJU akan memberikan dampak signifikan dalam pengendalian penggunaan energi yang ramah lingkungan, perencanaan anggaran yang akurat, serta efisiensi biaya” kata Pangky, Rabu (23/04/2025).
Tak hanya berhenti di ruang diskusi, kolaborasi itu langsung diterjemahkan ke aksi nyata di lapangan.
Petugas PLN dan Dishub Sumenep lengkap dengan helm dan rompi teknis terlihat menyisir beberapa titik strategis di wilayah kota Sumenep.
Setiap tiang dan sambungan PJU dicermati, didokumentasikan, dan dianalisis sebagai bagian dari proses integrasi data yang akan disinkronkan secara sistematis.

“Langkah ini juga diharapkan menjadi edukasi pemasangan PJU dimana partisipasi dari masyarakat terhadap pemanfaatan energi listrik di ruang publik dapat dilakukan secara legal dengan mengajukan pemasangan kWH meter tidak langsung menyambung dari jaringan PLN,” ungkapnya
Kolaborasi PLN dan Pemkab Sumenep ini pun dinilai akan mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya energi yang adil dan berkelanjutan.
Jika sebelumnya keberadaan PJU hanya dianggap sebagai penerang jalan tanpa kontrol, kini setiap kilowatt yang digunakan akan terdata secara presisi, membuka babak baru tata kelola kelistrikan daerah.
Dengan metering PJU, pemerintah daerah tak hanya menghemat anggaran, tetapi juga memberi jaminan bahwa setiap lampu jalan benar-benar bekerja untuk rakyat.
“Kami di PLN tidak hanya memasok listrik, tetapi juga menerangi masa depan. Bersama Pemkab Sumenep, kami ingin menjadikan energi sebagai instrumen kesejahteraan yang akuntabel,” pungkasnya. (REDJAVA**)









