Potret Nestapa BSPS di Torjek Kangayan: Ibu Tua Sebatang Kara Hanya Dapat Papan dan Genting

- Redaksi

Jumat, 18 April 2025 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Nestapa BSPS di Torjek Kangayan: Ibu Tua Sebatang Kara Hanya Dapat Papan dan Genting

Potret Nestapa BSPS di Torjek Kangayan: Ibu Tua Sebatang Kara Hanya Dapat Papan dan Genting

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Potret memilukan kembali mencuat dari pelosok Kabupaten Sumenep, tepatnya di Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean.

Seorang ibu tua sebatang kara menjadi simbol dari buruknya realisasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di wilayah tersebut.

“Bantuan hanya berupa beberapa lembar papan dan genting. Kalau diuangkan, nilainya tak sampai Rp5 juta,” kata Badrul Aini, anggota Komisi III DPRD Sumenep kepada media ini, Jumat (18/4/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bentuk nyata dari dugaan pemotongan anggaran secara sistematis dan kejam terhadap hak-hak rakyat miskin.

Baca Juga :  Hari Kartini 2026, Shahnaz Ezha: Dari Huruf ke Harapan, Di Sanalah Kartini Hidup

Politisi Kepulauan ini menyebut perbuatan tersebut sebagai kejahatan sosial yang terkutuk.

“Kalau pelaku pemotongan anggaran ini tidak diproses secara hukum oleh Kejaksaan maupun Aparat Penegak Hukum lainnya, maka kita sedang menyaksikan praktik kedhaliman yang dilegalkan,” tegasnya.

Badrul menambahkan, sang nenek yang menjadi korban hanyalah satu dari sekian penerima bantuan BSPS yang terabaikan.

Baca Juga :  Wabup KH Imam Hasyim Terima East Java Maritime Awards 2026 untuk Bupati Sumenep, Bukti Keseriusan Bangun Transportasi Laut

Di mata publik, program BSPS seolah tampak mulia, namun praktik di lapangan justru mencerminkan pengabaian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

“Ibu tua itu hanya dijadikan alat untuk mencairkan anggaran. Tapi setelahnya ditinggal. Ini bukan hanya soal teknis pelaksanaan, ini soal nurani,” ujarnya.

Dirinya mendesak Kejaksaan Negeri Sumenep dan penegak hukum lainnya untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan, memanggil pihak terkait, dan membuka ruang keadilan bagi warga miskin yang selama ini dipermainkan.

“Jangan biarkan penderitaan warga hanya menjadi laporan di atas kertas. Ini soal tanggung jawab moral dan hukum!” pungkas Badrul. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026: Polisi Sumenep Ringkus Pria Bawa Sabu 4,28 Gram
Prestasi Gemilang MAN Sumenep, Borong 3 Penghargaan KPPN di Tengah Persaingan 138 Satker
Pilkades Binontoan Tolitoli Dipersoalkan, Surat Suara Diduga Tak Sesuai Juklak
Nelayan Masalembu Dukung Polsek Usut Kasus Pencurian, Minta Narkoba dan Judi Online Didalami
Polisi Ungkap Kronologi Kematian Rohim di Batuputih Sumenep, Keluarga Tolak Proses Hukum
Kemenhaj Sumenep Ungkap Tantangan Verifikasi Jemaah Haji yang Sudah Antre 14 Tahun
Patroli Kamtibmas Polresta Sumenep Berbuah Temuan 44 Botol Miras, Polisi Sita dari Dua Toko yang Diduga Jual Miras Ilegal
Prestasi Membanggakan, Kemenag Sumenep Raih Peringkat 3 Pengelolaan Rekening K/L Terbaik dan Perkuat Komitmen Menuju Zona Integritas

BERITA TERKAIT

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:51 WIB

Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026: Polisi Sumenep Ringkus Pria Bawa Sabu 4,28 Gram

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Prestasi Gemilang MAN Sumenep, Borong 3 Penghargaan KPPN di Tengah Persaingan 138 Satker

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:08 WIB

Pilkades Binontoan Tolitoli Dipersoalkan, Surat Suara Diduga Tak Sesuai Juklak

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Nelayan Masalembu Dukung Polsek Usut Kasus Pencurian, Minta Narkoba dan Judi Online Didalami

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:02 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Kematian Rohim di Batuputih Sumenep, Keluarga Tolak Proses Hukum

BERITA TERBARU