JAVANETWORK.CO.ID.SURABAYA – Sejumlah perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep melakukan kunjungan resmi ke Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPPMP) Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (9/8/2025).
Kunjungan ini dalam rangka menyerahkan laporan hasil visitasi akreditasi madrasah yang telah dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sumenep.
Rombongan Kemenag Sumenep yang hadir terdiri dari Fathor Arifin, Iskandar, Moh. Yono, Mieke Wijaya, Lindawati, Fajri Husnil Hatimah, Ahmad Wasit, Moh. Nurul Hajar, dan Surawi.
Mereka disambut hangat oleh jajaran BPPMP Jawa Timur, yang menjadi mitra strategis dalam proses penjaminan mutu pendidikan.
Laporan visitasi akreditasi yang diserahkan berisi rangkuman hasil penilaian kelayakan dan mutu madrasah, catatan observasi di lapangan, serta rekomendasi strategis untuk peningkatan kualitas pendidikan.
Proses visitasi ini sebelumnya telah dilakukan oleh tim asesor yang turun langsung ke madrasah-madrasah di Sumenep, memeriksa dokumen, mengamati proses pembelajaran, hingga berdialog dengan para guru dan kepala madrasah.
Pengawas Kemenag Sumenep, Fathor Arifin, menjelaskan kepada media ini bahwa penyerahan laporan ini merupakan tahapan krusial pasca-visitasi.
“Laporan ini adalah bentuk pertanggungjawaban kami sebagai asesor dan pengawas madrasah. Kami ingin memastikan bahwa hasil penilaian di lapangan tersampaikan secara utuh kepada BPPMP, sehingga proses akreditasi berjalan transparan, objektif, dan sesuai prosedur,” kata Fathor Arifin kepada media ini, Sabtu (09/08/2025)
Fathor Arifin menambahkan, akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, melainkan instrumen pembinaan berkelanjutan.
“Melalui akreditasi, kita bisa melihat peta mutu pendidikan di Sumenep secara lebih jelas. Dari situ, kita bisa menentukan langkah pembinaan, peningkatan kompetensi guru, dan perbaikan sarana prasarana agar madrasah kita bisa bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Abdul Wasit, yang juga turut hadir dalam rombongan, menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan pasca-akreditasi.
“Hasil visitasi ini bukan hanya laporan yang berhenti di meja birokrasi, tetapi harus menjadi bahan tindak lanjut di lapangan. Kami di Kemenag Sumenep berkomitmen untuk mendampingi madrasah dalam menjalankan rekomendasi yang sudah disampaikan asesor,” ujarnya.
Abdul Wasit juga menyoroti peran aktif kepala madrasah dan guru sebagai ujung tombak perubahan.
“Perbaikan mutu tidak bisa hanya mengandalkan program dari pusat, tetapi juga inisiatif dari madrasah itu sendiri. Semangat perubahan harus datang dari dalam, dan kami siap memfasilitasi,” tambahnya.
Menariknya, kedua narasumber ini Fathor Arifin dan Abdul Wasit ternyata memiliki ikatan persahabatan sejak lama. Keduanya adalah alumni SMAN 1 Sumenep angkatan 1993.
Pertemuan mereka dalam agenda resmi ini menjadi momen reuni kecil yang sarat makna, sekaligus bukti bahwa semangat kebersamaan masa sekolah dapat terus terjalin hingga kini dalam pengabdian di dunia pendidikan.
Dengan penyerahan laporan ini, proses akreditasi madrasah di Sumenep diharapkan berjalan lancar hingga tahap penetapan hasil akhir, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi seluruh anak bangsa. (REDJAVA****)













