Perkembangan Kasus Covid-19 di Tanah Air Masih Terkendali

Rabu, 24 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto Saat Memberikan Penyampaian

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto Saat Memberikan Penyampaian

JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Pemerintah terus memantau perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air yang saat ini mengalami penurunan dan relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya usai melakukan rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 23 Agustus 2022.

“Dari rapat dengan Bapak Presiden tadi disampaikan, dilaporkan bahwa perkembangan kasus di sejumlah negara seperti di Jepang masih tinggi 218 ribu, Amerika, Australia, dan India pun angkanya relatif tinggi. Sedangkan di Indonesia dengan kasus sekitar seven day moving average sekitar 4.683 dan relatif lebih rendah dari berbagai negara lain,” tutur Airlangga.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa saat ini masyarakat Indonesia memiliki level antibodi yang tinggi. Oleh sebab itu, kasus Covid-19 Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 di Tanah Air masih relatif lebih rendah dibandingkan negara lainnya.

Baca Juga :  Kapolri Resmikan Pembangunan Asrama Brimob Polda Kalimantan Barat

“Kita sudah melihat dibandingkan Desember hanya 88 persen dari masyarakat yang memiliki antibodi sekarang naik ke 98,5 persen. Level antibodinya yang tadinya cuma sekitar 400-an unit per mililiter sekarang naik lebih dari 2 ribu unit per mililiter. Akibatnya apa? Akibatnya memang terbukti populasi masyarakat Indonesia sudah sangat terlindungi dari level antibodinya,” jelas Menkes.

Meski demikian, Menkes mengatakan bahwa tingginya kasus konfirmasi harian di berbagai negara lain akan mengakibatkan terjadinya mutasi dan munculnya varian baru yang diperkirakan terjadi pada awal tahun 2023. Menkes pun mengimbau masyarakat untuk waspada terkait munculnya varian baru tersebut salah satunya dengan menjaga level imunitas masyarakat.

Baca Juga :  Amaq Sinta Apresiasi Mabes Polri Berikan Keadilan Lewat SP3 Kasus Begal

“Sekarang ujiannya 6 bulan lagi, sekitar bulan Januari, Februari, Maret 2023. Kalau kita benar-benar bisa melampaui itu sama seperti sekarang, Indonesia adalah menjadi mungkin selected few negara yang bisa menangani pandemi ini 12 bulan berturut-turut. Caranya gimana? Satu caranya, kita harus menjaga level imunitas setinggi sekarang,” ucap Menkes.

Selanjutnya, Menkes menuturkan bahwa Presiden Jokowi menginstruksikan untuk kembali menggencarkan vaksinasi bagi daerah-daerah yang kadar imunitas masyarakatnya sudah menurun.

“Jadi nanti kita rencana November akan melakukan sero survei lagi untuk melihat daerah-daerah mana yang imunitasnya sudah menurun kadarnya, kemudian orang-orang mana yang berisiko tinggi, nanti itu yang akan kita berikan vaksinasi agar bisa meningkatkan, mempersiapkan, memperbaiki kadar imunitas masyarakat populasi tersebut,” ujar Menkes.

Baca Juga :  Kolaborasi TK PGRI dan SDN Pakandangan Sangrah, Wujudkan Semangat Belajar dan Cinta Lingkungan di Wisata Pantai Matahari

Lebih lanjut, Menkes menyebut, Presiden Jokowi menginstruksikan agar vaksinasi untuk anak-anak di bawah 6 tahun mulai dijajaki dan vaksinasi bagi kelompok lansia serta komorbid akan terus ditingkatkan kadar imunitasnya untuk menjaga level imunitas populasi Indonesia

“Vaksinasi untuk yang kelompok-kelompok lansia, komorbid, kemudian yang nanti kadar imunitasnya sudah turun atau sudah lebih dari 6 bulan karena kita sudah tahu by name by address nanti akan kita segera berikan alternatif vaksin yang adanya,” tutur Menkes. (REDJAVA/FRN****)

Jakarta, 24 Agustus 2022
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Berita Terkait

Jangan Lupa Besok! Lomba Uji Tembak Akik dan Fosil Berhadiah Motor Digelar di PPI Pasongsongan Sumenep
Program KJSU Hadir di Sumenep, RSUDMA Perkuat Layanan Kanker, Jantung, Stroke dan Ginjal
Revitalisasi SDN Bendotretek I Dimulai, Lita Machfud Arifin Dorong Pendidikan Berkualitas
Malam Perpisahan SDN Poja I dan TK Nurul Hikmah Jadi Momentum Semangat Raih Cita-cita
Silaturahim ke Abuya Busyro Karim, IPNU-IPPNU Sumenep Perkokoh Gerakan Kaderisasi NU
Abdul Wasid Tegaskan Pendidikan Karakter dan Adab Kunci Masa Depan Generasi Muda
Sambut Jemaah Haji dari Tanah Suci, Pemkab Sumenep Siapkan Pelayanan Maksimal
Pelepasan Maganghub Batch 3 di Rutan Sumenep, Tinggalkan Jejak Dedikasi dan Semangat Generasi Muda

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:05 WIB

Jangan Lupa Besok! Lomba Uji Tembak Akik dan Fosil Berhadiah Motor Digelar di PPI Pasongsongan Sumenep

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:12 WIB

Program KJSU Hadir di Sumenep, RSUDMA Perkuat Layanan Kanker, Jantung, Stroke dan Ginjal

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:04 WIB

Revitalisasi SDN Bendotretek I Dimulai, Lita Machfud Arifin Dorong Pendidikan Berkualitas

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:59 WIB

Malam Perpisahan SDN Poja I dan TK Nurul Hikmah Jadi Momentum Semangat Raih Cita-cita

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:59 WIB

Silaturahim ke Abuya Busyro Karim, IPNU-IPPNU Sumenep Perkokoh Gerakan Kaderisasi NU

Berita Terbaru