JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Momentum peringatan Nuzulul Quran yang jatuh pada 17 Ramadan 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 7 Maret 2026 menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumenep, Dr. R. Abd. Rahman Riadi, dalam pesan refleksi yang disampaikan kepada masyarakat Sumenep pada peringatan malam turunnya Al-Qur’an tersebut.
Menurutnya, Nuzulul Quran bukan sekadar momentum seremonial tahunan, tetapi harus dimaknai sebagai ajakan untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, kemanusiaan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
“Di malam Nuzulul Quran yang penuh keberkahan ini, mari kita hiasi hati dengan cahaya Al-Qur’an. Semoga setiap ayat yang kita baca menjadi penolong di akhirat dan petunjuk bagi setiap langkah kita di dunia,” ujar Rahman Riadi, Sabtu (7/3/2026).
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga menuntun manusia untuk membangun kehidupan sosial yang adil, penuh empati, dan saling menghargai.
Menurutnya, semangat tersebut sangat relevan dengan tugas dan peran lembaga yang dipimpinnya, terutama dalam upaya memperkuat perlindungan terhadap perempuan, anak, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kita berharap momentum Nuzulul Quran ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam membangun masyarakat yang lebih beradab, saling peduli, dan penuh kasih sayang,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai waktu terbaik memperbanyak ibadah, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Dengan semangat Nuzulul Quran, Rahman Riadi berharap masyarakat tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu memahami serta mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
“Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur’an. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an agar kehidupan kita semakin penuh berkah,” pungkasnya. (REDJAVA****)












