JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana malam di jantung Kota Sumenep mendadak berubah penuh syahdu. Ribuan jemaah dari berbagai penjuru berbondong-bondong memadati Masjid Jamik Sumenep, Jum’at (05/09/2025) malam, untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.
Lantunan shalawat bergema, menciptakan nuansa religius yang mempersatukan hati umat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Takmir Masjid Jamik Sumenep, Husein Sastranegara, dalam sambutannya menyampaikan rasa haru sekaligus bangga atas antusiasme masyarakat yang begitu besar.
“Alhamdulillah, malam ini kita bisa menyaksikan betapa kecintaan umat kepada Rasulullah SAW begitu nyata. Kehadiran ribuan jemaah adalah bukti bahwa syiar Islam di Sumenep terus hidup dan tumbuh. Masjid Jamik akan selalu menjadi rumah bersama untuk mempersatukan umat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., mengajak seluruh warga menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai pijakan untuk memperkuat keimanan sekaligus kebersamaan.

“Maulid Nabi bukan hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi momentum untuk meneladani akhlak beliau. Dengan meneladani Nabi, kita bisa memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan menjadikan Sumenep semakin religius, damai, dan berkemajuan,” ujar Bupati Fauzi dalam sambutannya.
Acara semakin khidmat ketika KH. Sir Robbani Ilzam Mubaroq, pengasuh Pondok Pesantren Al Mardliyyah Basra Laok Gapura, menyampaikan tausiyahnya.
Ia mengingatkan umat untuk menjadikan cinta kepada Rasulullah SAW bukan sekadar seremonial, tetapi diwujudkan melalui pengamalan ajaran Islam yang penuh kasih sayang dan kedamaian.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Jamik Sumenep kali ini juga dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Sumenep, di antaranya Dandim 0827/Sumenep yang diwakili Kasdim 0827 Mayor Cba Ari Pamungkas, Danramil 0827/01 Kota Kapten Czi Acep Kusnadi, Wakapolres Kompol Masyhur Ade, S.I.K., M.H., Kapolsek Kota AKP Maliyanto Efendi, S.H., M.H., serta Kepala Lapas Heri Sutriadi, A.Md.IP., S.Sos., M.Si.

Sekitar 2.000 jemaah yang hadir larut dalam lantunan doa dan shalawat hingga acara usai pada pukul 21.50 WIB. Peringatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan.
Malam itu, Masjid Jamik bukan hanya menjadi saksi peringatan Maulid Nabi, tetapi juga simbol kebersamaan masyarakat Sumenep yang rindu meneladani akhlak Rasulullah SAW. (REDJAVA****)








