JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam ikhtiar membangun masyarakat yang kokoh dari fondasi paling dasar, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep kembali mengambil langkah berani.
Kamis (22/5/2025), bertempat di Gedung Workshop MAN Sumenep, puluhan penyuluh agama Islam dari berbagai kecamatan mengikuti Pelatihan Keluarga Sakinah yang difasilitasi oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya.
Pelatihan ini bukan sekadar forum teoritis, tetapi sebuah gerakan sistemik yang bertujuan mencetak penyuluh agama sebagai pelopor ketahanan keluarga di tengah tantangan zaman.
Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, M.Pd., yang hadir sebagai satu-satunya narasumber utama, menyampaikan pesan mendalam tentang urgensi peran penyuluh dalam membangun struktur sosial yang harmonis dan berakar pada nilai-nilai keislaman.

“Penyuluh agama bukan sekadar juru dakwah. Mereka adalah arsitek peradaban yang bertugas menanamkan nilai-nilai sakinah dalam setiap rumah tangga. Jika keluarga kuat, bangsa ini tidak mudah runtuh,” tegas Abdul Wasid dalam sesi pembukaan.
Menurutnya, fenomena keretakan rumah tangga, disorientasi peran dalam keluarga, hingga krisis nilai di tengah masyarakat adalah alarm keras yang tak bisa dibiarkan.
Di sinilah posisi penyuluh menjadi sangat vital: hadir, mendengar, membimbing, dan menjadi teladan.
Dalam pelatihan ini, para peserta dilibatkan dalam sesi praktik langsung, diskusi kasus, hingga simulasi penyuluhan yang dirancang menyentuh realitas kehidupan keluarga di lapangan.
“Kami ingin para penyuluh tidak hanya bicara di mimbar, tapi mampu menyentuh hati umat. Membantu mereka menemukan kembali makna rumah sebagai tempat pulang yang utuh spiritual, emosional, dan sosial,” lanjut Wasid.
Orang nomer satu di Kemenag Sumenep juga menekankan pentingnya profesionalitas dan empati dalam setiap langkah penyuluhan.
Sebab, menurutnya, perubahan besar hanya bisa lahir dari kedekatan yang tulus dan pemahaman mendalam terhadap kondisi masyarakat.
Pelatihan ini pun disambut antusias oleh para peserta. Selain memperkaya wawasan, kegiatan ini membuka ruang dialog antarpenyuluh, memperkuat jejaring, dan menyatukan gerak langkah menuju tujuan besar: mewujudkan Sumenep sebagai kabupaten dengan ketahanan keluarga yang kuat, harmonis, dan religius.
“Kalau ingin melihat masa depan Sumenep, lihatlah kondisi keluarganya hari ini. Dan penyuluh adalah tangan-tangan Tuhan yang dikirim untuk menjaganya,” pungkas Abdul Wasid, M.Pd. (REDJAVA/Ss****)













