JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep merilis perkembangan inflasi terbaru periode November 2025, dengan angka inflasi year-on-year (y-on-y) mencapai 3,26 persen serta Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,94. Rilis ini menandai tren inflasi tahunan yang masih berada dalam rentang terkendali dan menunjukkan stabilitas harga di wilayah Madura bagian timur tersebut.
Kepala BPS Sumenep, Joko Santoso, SE, M.Si, menegaskan bahwa kenaikan inflasi tahunan terutama didorong oleh meningkatnya sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat. “Pergerakan inflasi di Sumenep pada November 2025 masih dalam kategori stabil. Kenaikan harga terjadi di hampir seluruh kelompok, namun secara keseluruhan masih sesuai dengan pola musiman menjelang akhir tahun,” kata Joko Santoso, Kamis (04/12/2025)
BPS mencatat kenaikan signifikan pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 18,17 persen, menjadikannya penyumbang kenaikan tertinggi. Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut mengalami inflasi sebesar 2,88 persen, diikuti kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,77 persen.
Di sisi lain, sejumlah kelompok lain juga mencatat kenaikan, yaitu:
– Pakaian dan alas kaki: 0,78%
– Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: 1,97%
– Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga: 0,61%
– Kesehatan: 0,70%
– Transportasi: 0,19%
– Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan: 0,05%
– Pendidikan: 1,67%
– Penyediaan makanan dan minuman/restoran: 1,05%
Dari sisi bulanan, tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) tercatat 0,17 persen, yang menunjukkan adanya kenaikan harga dibandingkan Oktober. Sementara hingga November 2025, inflasi year-to-date (y-to-d) mencapai 2,94 persen, menandai akumulasi pergerakan harga sejak awal tahun.
Joko Santoso menambahkan bahwa kondisi ini masih dalam batas aman, terutama berkat koordinasi yang kuat dari berbagai pihak dalam menjaga stabilitas pasokan dan distribusi barang. “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan inflasi di Sumenep tetap terkendali. Ketersediaan barang, distribusi, dan pengendalian harga menjadi perhatian utama menjelang tutup tahun,” tegasnya.
Dengan berbagai dinamika tersebut, BPS menilai bahwa situasi inflasi Sumenep masih dalam kondisi yang sehat dan terkendali. Pemerintah daerah diharapkan tetap memantau pergerakan harga, terutama pada komoditas bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur akhir tahun. (REDJAVA****)











