JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Gemerlap lampu panggung terbuka pada Jumat malam, 12 Desember 2025, menjadi saksi berakhirnya rangkaian Porasmansa 2025, ajang olahraga tahunan terbesar SMAN 1 Sumenep.
Tepat pukul 19.30 WIB, seluruh siswa, dewan guru, dan tenaga administrasi sekolah memadati halaman sekolah untuk mengikuti seremoni penutupan yang berlangsung meriah dan penuh energi.
Acara malam itu tidak hanya menjadi simbol berakhirnya kompetisi, tetapi juga perayaan atas dedikasi, kerja sama, dan sportivitas seluruh warga sekolah. Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Sumenep, Drs. Rafiuddin, M.Pd, menegaskan bahwa keberhasilan Porasmansa tahun ini merupakan hasil dari kerja keras banyak pihak.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Wakasek Kesiswaan dan seluruh pengurus OSIS yang telah berjibaku tanpa mengenal lelah demi menyukseskan Porasmansa 2025,” kata Rafiuddin dalam sambutannya.
Dirinya juga memberikan apresiasi khusus kepada para guru yang telah menjadi pembimbing utama OSIS selama penyelenggaraan kegiatan besar ini.
“Para guru kita telah menunjukkan dedikasi luar biasa. Bimbingan merekalah yang memastikan seluruh rangkaian Porasmansa berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh makna,” tambahnya.
Momen penutupan malam itu semakin berkesan karena menjadi kemungkinan perayaan penutupan terakhir yang diikuti Rafiuddin di SMAN 1 Sumenep, sebelum beliau dipindahkan dan ditugaskan ke SMAN Ambunten.
“Mungkin ini perayaan penutupan terakhir yang saya ikuti di SMAN 1 Sumenep. Meski berat meninggalkan kalian, saya berharap semangat Porasmansa tetap hidup dan terus memberi inspirasi bagi seluruh siswa,” ungkapnya dengan penuh haru.
Puncak acara semakin memuncak ketika panitia mengumumkan para juara dari berbagai cabang olahraga. Para pemenang menerima piala dan cenderamata eksklusif sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan prestasi mereka. Suasana haru dan bangga memenuhi udara kala sorak-sorai siswa menggema dari segala penjuru.
Lebih dari sekadar kompetisi, Porasmansa kembali menegaskan dirinya sebagai wadah pembentukan karakter dan keterampilan para siswa di bidang olahraga. Kepala sekolah menekankan bahwa nilai terbesar dari kegiatan ini bukan hanya kemenangan.
“Porasmansa bukan sekadar ajang mencari juara. Ini adalah panggung pembelajaran, tempat siswa mengasah keterampilan, disiplin, dan sportivitas dalam atmosfer yang sehat,” tegas Rafiuddin.
Sebagai agenda tahunan OSIS yang digelar setelah Ujian Akhir Semester Ganjil, Porasmansa telah menjadi tradisi yang dinanti ratusan siswa setiap tahunnya. Harapan besar pun disampaikan oleh seluruh peserta agar kegiatan ini terus berlanjut dan semakin berkembang ke depannya.
Menutup sambutannya, Rafiuddin memberikan pesan mendalam tentang masa depan generasi muda Smansa.
“Saya yakin Porasmansa akan terus menjadi ruang bagi siswa untuk berkreasi, beraksi, dan menemukan jati diri mereka. Selama kita menjaga semangat ini, Porasmansa akan selalu hidup,” tutupnya penuh optimisme.
Dengan berakhirnya Porasmansa 2025, SMAN 1 Sumenep kembali menorehkan catatan penting bahwa pendidikan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang mencetak insan berprestasi yang siap bersinar dalam kompetisi apa pun. (REDJAVA****)















