JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Harapan warga Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, untuk mendapatkan akses air bersih perlahan menemukan titik terang. Di tengah persoalan kekeringan yang selama ini menjadi tantangan masyarakat kepulauan, TNI Angkatan Darat menghadirkan langkah konkret melalui pembangunan lima titik sumur bor.
Komandan Kodim (Dandim) 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada turun langsung meninjau pembangunan fasilitas tersebut pada periode Juli–Agustus 2026. Kunjungan itu menjadi penegasan bahwa persoalan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah kepulauan mendapat perhatian serius.
Tidak sekadar melihat perkembangan pembangunan, Dandim juga meresmikan serta menyerahkan bantuan fasilitas sumur bor secara simbolis kepada masyarakat. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menjadi sumber air yang dapat dimanfaatkan warga secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi masyarakat Raas, kehadiran sumur bor bukan hanya pembangunan fisik. Lebih dari itu, fasilitas tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan air bersih yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.
“Kita ingin kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga, terutama masyarakat di wilayah kepulauan yang menghadapi persoalan air bersih,” kata Letkol Inf Citra Persada disela-sela kunjungannya.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga berdialog dengan jajaran pemerintah kecamatan, dinas terkait, kepolisian, Satpol PP, tokoh masyarakat, serta warga. Dialog berlangsung terbuka dengan membahas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah kepulauan.
Dandim meminta warga tidak ragu menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi. Menurutnya, pertemuan langsung dengan masyarakat harus menjadi ruang untuk menyerap aspirasi sekaligus mencari solusi bersama.
“Manfaatkan kesempatan tatap muka ini untuk menyampaikan apa saja yang menjadi kendala dan harapan masyarakat. Jangan sungkan menyampaikan persoalan di wilayah, karena dari aspirasi itulah kita bisa mengetahui kebutuhan yang benar-benar dirasakan warga,” tegasnya.
Sementara secara terpisah, Camat Raas Achmad Fikri, S.Sos., M.Si., menyambut baik pembangunan lima titik sumur bor tersebut. Ia menilai program itu memiliki arti penting bagi masyarakat karena persoalan ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama warga kepulauan.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan kepedulian TNI terhadap masyarakat Raas. Sumur bor ini sangat berarti bagi warga dan kami berharap keberadaannya dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujar Achmad Fikri kepada media ini, Kamis (13/08/2026).
Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar berbagai persoalan di wilayah kepulauan dapat ditangani secara bersama-sama.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, jajaran kepolisian melalui Kapolsek Raas, Syahbandar Raas, serta elemen masyarakat setempat. Kehadiran lintas sektor itu memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.
Bagi warga Raas, lima sumur bor yang dibangun bukan sekadar fasilitas baru. Ada harapan besar yang mengalir bersama hadirnya sumber air tersebut: kehidupan yang lebih layak, aktivitas warga yang lebih mudah, serta ketahanan masyarakat menghadapi musim kemarau.
Program itu sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Di tengah keterbatasan geografis wilayah kepulauan, kehadiran negara melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat menjadi pesan bahwa persoalan air bersih tidak boleh dibiarkan menjadi beban warga seorang diri.
Dengan adanya pembangunan lima titik sumur bor tersebut, masyarakat Raas kini memiliki harapan baru. Bukan hanya untuk melewati musim kering, tetapi juga untuk membangun masa depan dengan akses air bersih yang lebih memadai dan berkelanjutan.








