Peneliti Lembaga Riset Cakra Nusantara Prediksi Empat Poros Koalisi di PilpresTahun 2024

Minggu, 19 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prediksi 4 Koalisi Parpol

Prediksi 4 Koalisi Parpol

JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Geliat partai politik untuk membentuk koalisi di Pilpres tahun 2024 telah mulai terlihat. Salah satunya ialah terbentuknya Koalisi Indonesia Baru (KIB) yang terdiri dari Partai Golkar, PAN dan PPP.

Menurut Peneliti Lembaga Riset Cakra Nusantara, Khoirul Uman, pemilihan presiden 2024 diprediksi akan diikuti oleh empat poros koalisi. Hal itu mengacu pada perolehan kursi di DPR dan perolehan suara sah Pemilu tahun 2019.

“Jika 4 poros, sekema koalisi nantinya bisa KIB (Golkar, PAN dan PPP) koalisi (Nasdem, PKS, Demokrat) dan Koalisi (Gerindra, PKB) serta PDIP” Terang Umam.

PDIP sendiri memungkinkan mengusung Presiden dan Wakil Presiden tanpa koalisi karena kursi PDIP di Parlemen sudah memenuhi ambang batas pencalonan Presiden 20% kursi.

Baca Juga :  Janji Ketum FRN Agus Flores di Tepati, Turunkan Waketum dan Sekjen Fast Respon ke Gorontalo Pantau Soal PETI

Meskipun sajauh ini baru KIB yang resmi terbentuk. Tetapi secara rasional, partai politik yang lain akan melakukan kalkulasi politik. Karena Pemilu Tahun 2024 bukan sekedar memenangkan Presiden dan Wakil Presiden tetapi juga megangkat perolehan suara nasional partai politik.

“Sudah pasti partai politik memperhitungkan efek elektoral dari calon Presiden dan wakil Presiden terhadap perolehan suara nasional partai politik” kata peria Alumni Ilmu Politik Uin Sunan Ampel Surabaya.

Menurutnya salah satu yang bisa memberi efek elektoral terhadap perolehan suara sah nasional partai politik ialah dengan mencalonkan presiden dan wakil presiden. Hal itu terbukti di di Pemilu tahun 2019 dimana PDIP dan Gerindra menjadi dua partai politik yang memperole suara tertinggi. Walaupun pasangan calon yang diusung oleh Partai Gerindra tidak terpilih menjadi presiden tetapi Gerindra mendapat surplus politik yang luar biasa dari Pencalonan Prabowo-Sandi.

Baca Juga :  Dari Ladang untuk Negeri: Sinergi BPP dan Gapoktan Pasongsongan Kukuhkan Petani sebagai Pahlawan Pangan

Mengenai nama-nama calon presiden dan wakil presiden yang akan menjadi pertimbangan Parpol di Pilpres 2024. Sejauh ini sudah ada banyak nama yang elektabilitasnya tinggi berdasarkan hasil survey. Misalnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pronowo, Ketua DPR Puan Maharani, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudoyono.

Jika PDIP tidak berkoalisi dengan Parpol lain, PDIP bisa usung Paslon Puan-Erik Thohir. KIB bisa mengusung Pasangan Ganjar-Khofifah. Nasdem, PKS dan Demokrat mungkin Aneis-AHY. Sedangkan Gerindra dan PKB, bisa mengusung pasangan Prabowo- Imin.

Baca Juga :  Dirjen Bina Bangda Menghimbau Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) Seluruh Untuk Bersinergi Dalam Percepatan Penurunan Stunting Di Daerah

Menurut Umam, jika ada 4 koalisi di Pilpres 2024. Maka akan meminimalisir polarisasi antar pendukung. Selain juga Pemilu akan sangat dinamis karena pilpres harus dilaksanakan dua putaran. Sesuai aturan bahwa Presiden dan Wakil Presiden harus mengantongi suara minimal 50 persen plus 1 untuk dinyatakan menang Pilpres.

Partai Politik perlu memikirkan secara matang-matang terkait koalisi ini agar memperoleh suara yang signigikan di Pemilu. Karena disadari atau tidak kontestasi Pemilu 2024 juga disiapkan untuk Pemilu berikutnya. Sebagai konsekuensi ambang batas pencalonan presiden (presidential trehshold) di dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. (REDJAVA)

Berita Terkait

Keris Sumenep Jadi Cendera Mata Resmi, Helmi Sebut Kebijakan Bupati Perkuat Identitas Daerah
Fatayat NU Masalembu Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim, Berbagi Adalah Ikhtiar Meraih Keberkahan
Terima Silaturahmi PPP, PCNU Sumenep Tegaskan Komitmen Bangun Sinergi Keumatan
LKKNU PCNU Sumenep Perkuat Sinergi dengan PWNU Jatim, Siapkan Program Strategis untuk Ketahanan Keluarga
Hadir di Grand Opening Warkop The Nexus, Ketua DPC ISSITA Sumenep Tekankan Pentingnya Ruang Dialog Publik
Himbauan Spektakuler Disdik Sumenep: MPLS Jadi Momen Kebanggaan Budaya Madura
Tingkatkan Kualitas SDM Prajurit, Yonif TP 931/KJ Gelar Bimtek Hidroponik di Desa Kasengan
Sosialisasi Program Sekolah Ramah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, H. Moh. Iksan Tekankan Peran Orang Tua

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:24 WIB

Keris Sumenep Jadi Cendera Mata Resmi, Helmi Sebut Kebijakan Bupati Perkuat Identitas Daerah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:59 WIB

Fatayat NU Masalembu Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim, Berbagi Adalah Ikhtiar Meraih Keberkahan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:59 WIB

Terima Silaturahmi PPP, PCNU Sumenep Tegaskan Komitmen Bangun Sinergi Keumatan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:59 WIB

LKKNU PCNU Sumenep Perkuat Sinergi dengan PWNU Jatim, Siapkan Program Strategis untuk Ketahanan Keluarga

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:01 WIB

Hadir di Grand Opening Warkop The Nexus, Ketua DPC ISSITA Sumenep Tekankan Pentingnya Ruang Dialog Publik

Berita Terbaru