Dirjen Bina Bangda Menghimbau Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) Seluruh Untuk Bersinergi Dalam Percepatan Penurunan Stunting Di Daerah

Rabu, 25 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Bina Pembangunan Kementerian Dalam Negeri Dr. Teguh Setyabudi, M.Pd

Direktur Jenderal Bina Pembangunan Kementerian Dalam Negeri Dr. Teguh Setyabudi, M.Pd

JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dr. Teguh Setyabudi, M.Pd memberikan sambutan pada acara workshop pengayaan instrumentasi diagnosis media lingkungan yang diselenggarakan oleh Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Selasa, tanggal 24 Mei 2022 pukul 09.00 WIB s.d. selesai secara daring.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PP HAKLI beserta jajaran, Perwakilan Pejabat dari Kemenkes, Kemendagri, Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) pelaksana lapangan di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Rumah Sakit, Dinkes Kabupaten/Kota, Puskesmas/Desa dan pengurus HAKLI Kabupaten/Kota seluruh Indonesia dengan jumlah peserta sekitar 1.000 partisipan.

Baca Juga :  Kapolda Jatim Resmikan Gedung Satpas SIM di Polres Pamekasan

HAKLI merupakan organisasi profesi sebagai wadah pemersatu dan pembina profesional tenaga kesehatan lingkungan dari beragam latar belakang pendidikan, pekerjaan, posisi, peran dan jalur peminatan menjadi satu kesatuan jejaring fungsional dengan keahlian kesehatan lingkungan. Acara ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi di bidang surveilans kualitas media lingkungan dalam rangka melakukan diagnosa faktor resiko lingkungan melalui pelatihan/orientasi TSL di UPT, Dinkes Kabupaten/Kota dan Puskesmas/Desa.

Dalam sambutannya, Teguh menyampaikan beberapa identifikasi penyebab stunting yang meliputi: Pertama, pengasuhan yang kurang baik, Kedua, kurangnya akses terhadap air bersih dan sanitasi, Ketiga, kurangnya akses rumah tangga/keluarga terhadap makanan bergizi serta beberapa permasalahan lainnya baik secara spesifik maupun sensitif yang harus dipastikan terjabarkan dalam komitmen visi dan misi kepala daerah serta terintegrasi kedalam tahapan perencanaan dan penganggaran (RPJMD, RKPD dan APBD).

Baca Juga :  Polres Sumenep Datangkan Tim Labfor Polda Jatim Olah TKP Kebakaran di Kantor MWC Lenteng, Kapolres Sumenep : Bentuk Keseriusan Polres Untuk Ungkap Kasus

Untuk menguraikan masalah stunting kita juga harus memahami kerangka pikir penyebab masalah kesehatan gizi berdasarkan intervensi spesifik dan sensitif, dimana isu kesehatan lingkungan masuk kedalam intervensi sensitif, dimana kesehatan lingkungan juga memberi dampak terhadap penyebab masalah stunting mulai dari isu air dan sanitasi, keamanan pangan, pencemaran udara, limbah dan radiasi, kedaruratan lingkungan, tanah serta kawasan. Hal ini perlu menjadi konsen kita bersama, khusunya bagi penggiat dan pemerhati kesehatan lingkungan agar dapat berkolaborasi dengan Pemerintah maupun Pemerintah Daerah, Ujar Teguh.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Komitmen! Festival Desa Wisata 2025 Jadi Bukti Sumenep Siap Go Nasional

Pada kesempatan ini, Teguh juga menyampaikan bahwa terkait dengan percepatan penurunan stunting melalui satu desa satu sanitarian harus dipastikan mempunyai regulasi/NSPK yang jelas serta dalam pelaksanaan di daerah tidak hanya dilaksanakan oleh Dinkes namun juga harus dikoordinasikan/konvergen dengan Dinas PUPR atau Dinas terkait yang juga memiliki kewenangan terkait air bersih dan sanitasi. (REDJAVA/HUMAS KEMENDAGRI)

Berita Terkait

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi
BMKG: Mayoritas Jawa Timur Cerah, Sumenep Jadi Wilayah yang Perlu Waspadai Angin Kencang

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:48 WIB

Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru