JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebuah langkah strategis ditempuh oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep dalam memperkuat pondasi pendidikan karakter generasi muda.
Melalui Pelatihan Tuntas Baca Tulis Al-Qur’an (TBTQ) bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sekolah dasar, Sumenep meneguhkan diri sebagai daerah yang serius menanamkan nilai-nilai Qur’ani sejak dini.
Selama dua hari, 11–12 September 2025, Aula Kantor Kemenag Sumenep dipenuhi wajah-wajah penuh semangat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Puluhan guru PAI SD se-Kabupaten Sumenep tidak hanya datang untuk belajar, tetapi juga membawa harapan besar: agar tidak ada lagi satu pun anak di Sumenep yang lulus SD tanpa mampu membaca dan menulis Al-Qur’an.
Kepala Kemenag Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, M.Pd., menegaskan bahwa program TBTQ bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah gerakan moral dan spiritual.
“Tugas guru PAI tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing akhlak dan karakter siswa. Melalui TBTQ, kita ingin memastikan anak-anak kita tumbuh dengan bekal dasar membaca dan menulis Al-Qur’an,” ujarnya saat menutup kegiatan, Kamis (12/9/2025).
Menurut Abdul Wasid, kemampuan membaca Al-Qur’an adalah kebutuhan mendasar bagi umat Islam, terlebih di usia sekolah dasar yang merupakan fase pembentukan karakter.
“Kemenag Sumenep tidak ingin ada generasi yang kehilangan kedekatannya dengan Al-Qur’an. Karena itu, kami mendorong TBTQ menjadi gerakan bersama, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan masyarakat,” sambungnya.
Pelatihan TBTQ menghadirkan metode-metode praktis dan aplikatif yang dapat langsung diterapkan di ruang kelas.
“Para guru dilatih untuk membimbing siswa dengan pendekatan yang menyenangkan, sehingga proses belajar Al-Qur’an tidak terasa kaku, melainkan menjadi aktivitas yang dicintai anak-anak,” jelasnya
Lebih dari sekadar teknis mengajar, program ini juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pendidikan agama adalah benteng utama membangun generasi Qur’ani di tengah arus globalisasi.
“Kalau anak-anak kita sejak kecil sudah terbiasa membaca dan menulis Al-Qur’an, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tandasnya.
Dengan semangat yang ditunjukkan para guru dan dukungan penuh Kemenag, pelatihan TBTQ dipandang sebagai momentum lahirnya gerakan baru pendidikan Qur’ani di Kabupaten Sumenep.
Sebuah ikhtiar yang bukan hanya menyentuh ranah akademik, tetapi juga menyelami ruang batin masyarakat, agar nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari. (REDJAVA****)









