Foto Bersama Usai Pelantikan dan Pengukuhan Paguyuban Kacong Cebbing 2025-2030 di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (25/08/2025)
JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) resmi melantik dan mengukuhkan kepengurusan Paguyuban Kacong Cebbing (PKC) periode 2025–2030. Acara yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep pada Senin (25/8/2025) itu berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pejabat, tokoh masyarakat, serta undangan.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang diwakili Asisten III Setdakab, Ferdiansyah Tetrajaya, SH., MH., menegaskan bahwa keberadaan Paguyuban Kacong Cebbing tidak sekadar menjadi wadah alumni duta wisata. Lebih dari itu, PKC diharapkan tampil sebagai garda terdepan dalam memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan kearifan lokal Sumenep.
“Paguyuban Kacong Cebbing harus menjadi motor penggerak promosi wisata, seni, dan budaya Sumenep, baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, PKC diharapkan menghadirkan gagasan kreatif yang mampu memperkuat pariwisata sebagai pilar pembangunan ekonomi,” ujar Ferdiansyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelantikan kepengurusan dilakukan langsung oleh Kepala Disbudporapar Sumenep, H. Moh. Iksan, S.Pd., MT. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa generasi muda yang tergabung dalam PKC adalah aset penting daerah.
“Mereka memiliki kemampuan komunikasi, wawasan budaya, serta semangat membangun. Itu modal utama menjadikan Sumenep sebagai destinasi unggulan Jawa Timur,” ungkap Iksan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Sumenep, Andrie Zulkarnain, menyebut PKC memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan promosi wisata. Menurutnya, PKC harus mampu beradaptasi dengan tren pariwisata modern yang sangat bergantung pada teknologi digital.
“Promosi wisata hari ini tidak cukup hanya lewat brosur atau event offline. PKC harus hadir sebagai kreator konten yang mampu mengemas potensi wisata Sumenep secara menarik di media sosial, melalui video, foto, maupun narasi kreatif. Dengan cara ini, promosi bisa menjangkau lebih luas, termasuk generasi milenial dan wisatawan mancanegara,” jelas Andrie.
Kadisbudparopar Kabupaten Sumenep H. Moh. Iksan SPd MT Saat Melantik dan Mengukuhkan Paguyuban Kacong Cebbing Periode 2025-2030 di Pendopo Agung Keraton Sumenep
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. PKC didorong tidak berjalan sendiri, melainkan bekerja sama dengan komunitas seni, pelaku usaha, hingga masyarakat desa wisata.
“PKC harus bisa menjadi penggerak sekaligus teladan di tengah masyarakat. Bukan hanya mengangkat destinasi populer, tetapi juga potensi desa wisata, kuliner tradisional, dan seni budaya yang masih terjaga di pelosok Sumenep,” tambahnya.
Andrie berharap kepengurusan baru PKC periode 2025–2030 tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menyusun program kerja nyata dan berkelanjutan.
“Kami ingin PKC benar-benar berdampak. Tidak hanya aktif saat pemilihan duta wisata, tetapi terus bergerak hingga ke akar rumput. Karena sejatinya, pariwisata bukan hanya tentang destinasi, tetapi juga bagaimana masyarakat ikut terlibat dan merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Dengan pengukuhan kepengurusan baru ini, Pemkab Sumenep optimistis Paguyuban Kacong Cebbing dapat menjadi mitra strategis dalam menjadikan Sumenep sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus menjaga kekayaan budaya yang diwariskan sejak masa Keraton. (REDJAVA****)